Kunjungan Wisata Turun, Pemkab Kurang Promosi

107
KUNJUNGAN KERJA : Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Batang saat berkunjung ke Pemkot Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN KERJA : Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Batang saat berkunjung ke Pemkot Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN KERJA : Rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Batang saat berkunjung ke Pemkot Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Menurunnya kunjungan wisata di Kabupaten Batang, ternyata lebih disebabkan karena Pemkab Batang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kurang promosi dan memperkenalkan potensi wisatanya ke daerah lain. Karena itulah, Pemkab Batang diminta belajar dari Pemkot Tomohon Sulawesi Utara dalam memperkenalkan sektor pariwisata.

“Dinas Pariwisata dan Budaya, Kabupaten Batang, tidak berani membuat program baru yang nilai manfaatnya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” kata anggota Komisi D Kabupaten Batang, Taufik Ikhsanudin usai melakukan studi banding ke Pemkot Tomohon, Sulawesi Utara, Rabu (22/4) lalu.

Pihaknya berangkat bersama seluruh anggota Komisi D melakukan kunjungan kerja (Kunker) sekaligus melihat langsung proses promosi wisata melalui Tournament International Flower Festival (TIFF) yang rencananya akan digelar Agustus 2015 mendatang.

Dinas Pariwisata Pemkot Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, kata Ikhsanudin, rutin melakukan promosi festival bunga internasional. Tidak hanya melibatkan semua Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang ada, namun juga warga dan masyarakat khususnya petani bunga.

“Semua warga Kota Tomohon, wajib mempromosikan potensi wisata yang ada di Tomohon, kemana pun warga berada. Bahkan, warga juga diminta membawa brosur tentang Tomohon, walaupun yang bersangkutan hanya pergi ke Kota Manado,” timpal Kepala Dinas Pariwisata, Pemkot Tomohon, Gerardus Mogi, saat menerima rombongan Komisi D DPRD Kabupaten Batang beberapa waktu lalu.

Sedangkan Pemkab Batang, imbuhnya, brosur atau leaflet yang berisi potensi wisata Kabupaten Batang saja tidak punya. “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang, harusnya memiliki terobosan untuk mempromosikan potensi wisata di wilayah Batang secara besar-besaran,” kata Ikhsanudin bernada kesal.

Padahal, kata Ikhsanudin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Batang telah dilengkapi mobil pariwisata, tapi tak digunakan untuk melakukan kegiatan promosi.

“Dinas harusnya kreatif dalam promosi jika menginginkan kunjungan wisata Batang meningkat. Libatkan semua unsur SKPD, maupun masyarakat. Jangan hanya memberikan bantuan pada Kelompok Sadar Wisata, tanpa ada kontribusi apa-apa,” tandas Ikhsanudin.

Sementara Itu, Kabid Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Batang, Endang, menegaskan bahwa minimnya anggaran yang ada pada dinas, membuat pihaknya tidak dapat melakukan kegiatan promosi.

“Anggaran untuk promosi sangat kecil. Sehingga kami tidak bisa melakukan kegiatan pengenalan potensi wisata atau berpromosi mengadakan festival kebudayaan Batang,” kata Endang. (thd/ida)