MUHAMMAD HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
MUHAMMAD HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
MUHAMMAD HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

VITA Dian Prabowo yang hobi kuliner mengaku kangen dengan jajanan khas Semarangan. Menurutnya, cemilan yang digemarinya saat kecil, sekarang sudah susah didapatkan.

”Saya selalu mengenang jajanan Semarangan di masa kecil. Seperti es gabus, roti terang bulan, gandos, marning, dan sapu lidi pedas, sekarang ini sudah langka di warungan. Ya, mungkin masih ada, tapi susah nyarinya,” ujar wanita kelahiran Semarang, 23 Desember 1987 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, Kota Semarang memiliki banyak menu jajanan. Namun jajanan asli Kota Atlas yang masih bertahan, hingga kini hanya dikenal oleh segelintir orang saja.

”Sedih dan prihatin, padahal jajanan Semarang sangat enak dan banyak macamnya. Tapi sekarang sangat susah dicari, padahal saya penghobi kuliner,” ujar PNS di Pusat Informasi Publik (PIP) Kota Semarang ini.

Diakuinya, ngemil jajanan seolah menjadi teman dekat dalam melakukan aktivitas kesehariaannya. Bahkan, di meja kerjanya tidak pernah lepas dari jajanan.

”Aku suka nyetok jajanan di meja kerja. Ya, seandainya nemu jajanan pada masa kecil, aku borong untuk cemilan saat bekerja,” katanya.
Ia berharap, Kota Semarang memiliki pusat jajanan ringan asli Kota Lunpia. Ia juga mengusulkan rutin digelar event untuk mengembalikan jajanan khas zaman dulu yang sekarang tenggelam oleh makanan modern.

”Misalnya ada festival jajanan Semarangan untuk menghidupkan kembali makanan tradisional. Saya yakin masih banyak yang mencarinya. Jajanan ini juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat menengah ke bawah,” ujar alumnus jurusa Hukum Internasional Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini. (mha/aro/ce1)