Direspon Positif, KPU Diserbu Wajah Baru

120
LIHAT INFORMASI : Sejumlah warga sedang melihat informasi di papan pengumuman kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu (29/4) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LIHAT INFORMASI : Sejumlah warga sedang melihat informasi di papan pengumuman kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu (29/4) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LIHAT INFORMASI : Sejumlah warga sedang melihat informasi di papan pengumuman kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu (29/4) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebanyak 251 orang telah mendaftarkan diri sebagai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan 2015. Sebanyak 80 persen merupakan wajah baru.

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Mudasir mengatakan bahwa penutupan pendaftaran yang ditandai dengan penyerahan berkas oleh para pendaftar dilakukan Senin (27/4) kemarin pukul 00.00. “Alhamdulillah, respon masyarakat besar sekali. 80 persen pendaftar adalah wajah baru,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (29/4) kemarin.

Munculnya wajah baru tersebut, kata Mudasir, disebabkan karena adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pusat bahwa masyarakat tidak diperbolehkan mendaftar jika pernah menjadi panitia Pemilu dengan jabatan yang sama dalam dua periode.

“Dua periode itu, 2005-2009 dan 2010-2014. Di tahun itu, ada pemilihan presiden dan DPR. Jadi nama yang ada di dua periode itu dengan jabatan sama, tidak diperbolehkan,” paparnya.

Setelah mengikuti tes administrasi, katanya, ratusan pendaftar bakal menjalani tes tertulis pada 4 Mei 2015 yang direncanakan digelar di SMA PGRI Kajen. “Tes tertulis itu mengerjakan soal pilihan ganda 50 butir dalam waktu satu jam. Materinya undang-undang nomor 1 dan nomor 8 tahun 2015, tentang Pilkada,” jelasnya.

Koordinator Divisi Pemantauan, Pemungutan dan Penghitungan Suara Data dan Informasi KPU Kabupaten Pekalongan, Khusnul Ma’ad mengatakan bahwa jumlah pendaftar terbanyak berasal dari Kecamatan Kedungwuni dengan 28 orang. “Paling sedikit, ada di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Paninggaran, Petung (Petungkriyono), Buaran dan Kesesi. Masing-masing 8 orang,” ujarnya.

Setelah lolos tes tertulis, para pendaftar yang tersisa akan mengikuti tes wawancara pada 8 hingga 10 Mei dan diumumkan pada 16 Mei. Dari 251 pendaftar tersebut, nantinya hanya akan diseleksi menjadi 95 orang untuk ditempatkan di 19 kecamatan. “Jadi masing-masing kecamatan akan ditempati lima PPK. Ada pendaftar yang semuanya baru, seperti di Kecamatan Bojong dan Tirto. Tapi sebelumnya mereka anggota PPS,” ungkapnya.

Koordinator Divisi Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih, Pengembangan Organisasi SDM dan Umum Rumah Tangga, Herminiastuti Lestari menambahkan bahwa dari 251 pendaftar diketahui terdapat 58 orang perempuan.

“Sesuai Pasal 21 ayat 2, PKPU, komposisi panitia pemungutan suara memperhatikan keterwakilan perempuan senilai 30 persen. Jadi, jika yang dibutuhkan 95 PPK, setidaknya terdapat 28 perempuan,” kata dia.

Komisioner lain, M Ahsin mengatakan bahwa setelah perekrutan PPK, KPU akan melaksanakan seleksi penerimaan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dimulai pada Rabu (29/4) hingga 3 Mei 2015. “PPS yang dibutuhkan ada 855 orang. Itu terhitung dari tiga orang yang ditempatkan di 285 desa/kelurahan,” kata dia.

Warga yang tidak lolos di seleksi PPK, kata Ahsin, bisa mendaftarkan diri sebagai PPS. “Bisa saja mendaftar dobel. Yang pasti akan mengikuti proses seleksi juga,” timpalnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di teras kantor KPU Kabupaten Pekalongan, telah tertempel pengumuman terkait perekrutan PPS. “Kami terus melakukan sosialisasi, baik di tingkat kecamatan maupun desa, informasi juga ada di papan pengumuman di kantor KPU,” pungkasnya. (hil/ida)