HADAPI MEA: Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng mendesak Pemprov Jateng saat dilantik, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HADAPI MEA: Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng mendesak Pemprov Jateng saat dilantik, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HADAPI MEA: Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng mendesak Pemprov Jateng saat dilantik, kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng mendesak Pemprov Jateng agar proaktif dalam memberikan berbagai pelatihan kompetensi atau keterampilan bagi tenaga di Jateng. Agar mereka mendapatkan keahlian dan skill yang cukup dan siap untuk berkompetensi dengan tenaga-tenaga asing. Terlebih Indonesia bakal menghadapi pasar bebas Asia Tenggara atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun ini.

Selain itu, KSPSI meminta agar pemprov memfasilitasi kegiatan sosialisasi maupun bimbingan teknis terkait produk-produk hukum ketenagakerjaan. Sebab, selama ini sosialisasi sangat minim, sehingga banyak tenaga kerja yang tidak mengetahuinya. Hal itu mencuat dalam Konferensi Daerah (Konferda) VIII SPSI Jawa Tengah dengan tema Bersatu untuk Memperjuangkan Kesejahteraan Pekerja di Jawa Tengah.

Ketua terpilih KSPSI Jateng Gideon Suhartoyo mengatakan, banyak persoalan yang dihadapi para pekerja di Jateng. Untuk itu, pihaknya merumuskan sejumlah kebijakan strategis dan langkah konkret sebagai upaya memberdayakan seluruh pengurus dan anggota SPSI di Jateng. Sehingga mereka memiliki kapasitas, kredibilitas, profesional dan berdaya saing yang tinggi di lingkungannya masing-masing. ”Ini untuk pembangunan kesejahteraan sosial khususnya di bidang Ketenagakerjaan di Jateng,” katanya, kemarin.

Dalam Konferensi Daerah (Konferda) VIII, KSPSI Jateng membuat 13 poin rekomendasi untuk Gubernur Jateng. Di antaranya mendesak gubernur segera melakukan kajian, merumuskan dan menyusun program pemberdayaan dan peningkatan SDM SP/SB melalui pendidikan dan pelatihan bagi pekerja. Selain itu, pihaknya meminta pemprov memfasilitasi kegiatan sosialisasi maupun bimbingan teknis terkait produk-produk hukum ketenagakerjaan. ”Ini sangat penting, karena selama ini banyak persoalan hokum yang dialami pekerja di Jateng. Pemerintah mestinya harus turut andil dan ikut memperjuangkan hak pekerja,” tambahnya.

Gideon Suhartoyo terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Daerah (Konferda) VIII, KSPSI Jateng. Sedangkan wakil ketua di antaranya H Budhi Achmadi; Sekertaris Syarif Imamddin; Wakil Sekretaris Reza Amri Babzel. KSPSI Jateng juga meminta pemprov meningkatkan investasi sebagai upaya menciptakan lapangan pekerjaan baru. ”Dengan begitu maka akan bisa mengurangi angka pengangguran di Jateng. (fth/ce1)