FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG
FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG
FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG

SEMARANG – Sebanyak 60 stan yang terdiri dari UKM pangan mengikuti Pekan Promosi Pangan Lokal di Atrium Plaza Simpang Lima, selama seminggu (29/4-6/5). Pameran yang menyuguhkan aneka kuliner seperti kue kering, roti basah, kacang, sambal, dan produksi industri rumahan lainnya ini digadang-gadang mampu menarik minat masyarakat untuk lebih cinta kepada produk lokal.

“Mungkin masyarakat belum mencicipi cita rasa atau aneka varian produk lokal sehingga lebih memilih mengonsumsi produk dari luar. Karena itu, kami coba menggelar semua jenis camilan untuk menarik minat masyarakat. Jangka panjangnya, semoga Semarang bisa tercipta kemandirian pangan,” ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Semarang Intan Indriawan.

Selain untuk membantu pemasaran pengolah pangan, Intan mengaku juga mendukung program makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Ya, semua jajanan yang disuguhkan dalam pameran ini telah teruji P-IRT dari Dinas Kesehatan Semarang.

“Semuanya sudah terbukti masuk dalam kategori B2SA dengan stempel P-IRT milik Dinas Kesehatan Kota Semarang khusus untuk industri rumah tangga,” paparnya.

Intan menilai, kualitas makanan yang diproduksi industri lokal tidak kalah dengan bikinan luar negeri. Selain rasanya yang memang diperuntukkan lidah orang lokal, di segi harga juga sangat terjangkau. Bahkan pengemasan dan teknologi yang digunakan sudah cukup modern untuk menjaga kehigienisan makanan.

Yang jadi kendala, lanjutnya, justru di bagian pemasaran. Sangat disayangkan jika produk yang bagus tapi lemah di segi pemasaran. Karena itu, pihaknya terus menggenjot pameran untuk memudahkan para pelaku UKM, terutama di sektor pangan, untuk mengenalkan produk mereka.

“Jika masyarakat sudah akrab dengan produk lokal, saya yakin tidak ada kekhawatiran dengan datangnya pasar global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang selama ini menjadi momok para pemilik industri kecil,” pungkasnya. (amh/zal)