HANYA SEBULAN: Pemkot Semarang mengeluarkan kebijakan Jalan Pandanaran, utamanya di kawasan pusat oleh-oleh boleh untuk parkir, kebijakan tersebut berlaku mulai 18 April lalu hingga 17 Mei mendatang. (ADITYO DWI/JAWA POS RASE)
HANYA SEBULAN: Pemkot Semarang mengeluarkan kebijakan Jalan Pandanaran, utamanya di kawasan pusat oleh-oleh boleh untuk parkir, kebijakan tersebut berlaku mulai 18 April lalu hingga 17 Mei mendatang. (ADITYO DWI/JAWA POS RASE)
HANYA SEBULAN: Pemkot Semarang mengeluarkan kebijakan Jalan Pandanaran, utamanya di kawasan pusat oleh-oleh boleh untuk parkir, kebijakan tersebut berlaku mulai 18 April lalu hingga 17 Mei mendatang. (ADITYO DWI/JAWA POS RASE)

SEMARANG – Pemkot Semarang kembali mengeluarkan kebijakan terkait fungsi Jalan Pandanaran boleh untuk parkir. Hanya saja, kebijakan itu bersifat sementara. Boleh parkir di kawasan pusat oleh-oleh sampai 17 Mei mendatang. Selama ini jalan tersebut harus steril dari kendaraan yang parkir.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang Agus Harmunanto mengatakan, parkir kendaraan di Jalan Pandanaran akan diatur satu lapis sejajar lurus. Sehingga tetap tidak akan mengurangi badan jalan.

Kebijakan parkir di Jalan Pandaran ini ditempuh mengingat selama berlangsungnya Semargres (Semarang Great Sale) diprediksi jumlah pengunjung meningkat. Karena adanya berbagai penawaran potongan harga (diskon) menarik yang diberikan para pemilik pusat oleh-oleh.

”Bagi mobil yang tidak tertampung, diminta bisa memarkirkan kendaraannya di Batan Miroto. Kendaraan pengangkut pengunjung dari titik parkir (Batan Miroto) sampai Jalan Pandanaran tetap beroperasi seperti biasa,” kata Agus Harmunanto.

Berkenaan adanya kebijakan ini, dia juga meminta kepada juru parkir untuk mematuhi ketentuan parkir satu lapis. Pihaknya akan menurunkan petugas untuk melakukan pengawasan dan pengendalian di lapangan. ”Kami akan bertindak tegas kepada petugas yang tidak mematuhi, karena akan membuat Jalan Pandanaran rawan macet,” tegasnya.

Kabag Humas Setda Kota Semarang Achyani menambahkan, bagi pedagang kaki lama (PKL)yang berjualan di sepanjang Jalan Pandanaran harus menjaga kebersihan. Setiap pedagang diminta menyediakan kantong sampah, sehingga sampah tidak sampai berceceran.

”PKL supaya membantu mengimbau kepada pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya, sehingga kebersihan kawasan Pandanaran terpelihara,” ujarnya. Sesudah acara Semargres selesai, berbagai ketentuan yang mengatur larangan parkir di sepanjang Jalan Pandanaran, kembali berlaku seperti semula. (zal/ce1)