UNGARAN-Menjelang pilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015 di Kabupaten Semarang, arah dukungan kalangan Kiai NU dan PKB masih belum jelas dan ada kecenderungan terpecah. Pasalnya, belum ada keputusan dari DPP PKB, namun sudah ada yang menyatakan dukungannya terhadap salah satu bakal calon (Balon) Bupati Semarang.

Seperti diungkapkan anggota Dewan Syuro PKB wilayah Jawa Tengah, KH Syamsul Ma’arif beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa pihaknya mendukung jika Mas’ud Ridwan yang sekarang menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang menjadi Balon Wakil Bupati Semarang mendampingi Balon Bupati Semarang, Nur Jatmiko.

“Saya sudah komunikasi dengan sejumlah kiai dan semua lapisan masyarakat di Kabupaten Semarang, mereka sangat mendukung Nur Jatmiko. Sedangkan wakilnya dari PKB yakni Mas’ud Ridwan itu sebenarnya sudah cocok. Saya kira dari partai koalisi lainnya sudah ikhlas. Tujuannya untuk membangun Kabupaten Semarang lebih baik,” ungkap Syamsul Ma’arif.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang, Mas’ud Ridwan mengatakan bahwa, pihaknya sudah melakukan silaturahmi dengan para kiai dan kalangan NU. Sebab kiai dan NU dapat mempengaruhi arah dukungan. Mas’ud juga berharap kelembagaan NU bisa merestui proses perjalanan politik PKB saat ini. Sehingga kekuatan yang selama ini masih berjalan sendiri-sendiri, dapat menyatu.

“Saya harap internal PKB tidak ada yang melakukan manuver politik, padahal sejatinya yang bersangkutan tidak pernah diberi mandat oleh partai guna melaksanakan kerja politik,” kata Mas’ud.

Apakah ada indikasi dukungan PKB terpecah? Menurut Mas’ud, pihaknya sudah mendengar ada indikasi orang-orang tertentu yang seolah-olah mengatasnamakan partai, melakukan manuver politik. Sehingga Mas’ud meminta agar para balon bupati maupun balon wabup Semarang berhati-hati dengan ulah orang-orang yang mengatasnamakan kerja politik dari PKB.

“Masing-masing kader harus taat pada prosedur yang sudah ada. Saya melihat, ada keinginan untuk membesarkan partai, silahkan saja. Tetapi seandainya demi kepentingan pribadi, kami akan memberikan sanksi. Jadi apa yang dilakukan harus sesuai instruksi DPP PKB,” pungkas Mas’ud.

Mas’ud Ridwan yang telah resmi mendaftar sebagai Balon Wabup Semarang di Desk Pilkada PKB Kabupaten Semarang mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu dawuh (perintah, red) para kiai sebelum menentukan sikap menjelang Pilkada 2015. “Saya masih menunggu dawuh dari para kiai,” pungkas Mas’ud. (tyo/ida)