MANYARAN – Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang akan memanggil panitia pemilihan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada sidang pekan depan. Atas perkara gugatan mantan calon Rektor Semarang M. Syafruddin terhadap rektor terpilih.

Majelis hakim yang diketuai, Eri Elfi Ritonga juga memberi kesempatan penggugat untuk menyampaikan tanggapan. ”Pada sidang pekan depan, anggota panitia pemilihan diminta kehadirannya dalam sidang,” kata hakim Eri Elfi, Selasa (28/4).

Hakim menyebutkan, panggilan terhadap panitia pemilihan rektor tersebut berkaitan dengan adanya kepentingan atas surat keputusan pembentukan yang digugat itu.

Kuasa hukum tergugat, rektor Undip terpilih Pujiyono menyampaikan bahwa gugatan tersebut sudah mubazir, karena rektor Undip tersebut sudah terpilih dan dilantik April 2015 lalu. ”Surat keputusan rektor Undip tentang pembentukan panitia pemilihan kembali rektor Undip periode 2015-2019 tersebut tidak berlaku lagi, karena tugas kepanitian tersebut sudah selesai dan telah terpilih rektor yang baru,” kata Pujiyono dalam nota jawabannya.

Untuk itu, ia meminta majelis hakim PTUN menolak seluruh gugatan penggugat. ”Kami minta majelis hakim menolak seluruh gugatan penggugat,” tandasnya.

Sebelumnya, calon rektor Undip hasil pemilihan 29 September 2014 Syafruddin, melalui kuasa hukumnya, Fajar Subhi mengatakan bahwa gugatan tersebut berkaitan dengan penerbitan surat keputusan rektor tentang pembentukan panitia pemilihan tertanggal 5 Februari 2015.

Ia menjelaskan, kliennya merupakan peraih suara terbanyak kedua dalam pemilihan rektor September 2014 dan suara terbanyak diraih Prof M. Nasir. Namun, belum sempat dilantik menjadi rektor, M. Nasir justru diangkat menjadi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. ”SK Nomor 61/UN7.P/HK/2015 ini yang kami permasalahkan. Kami minta proses pemilihan dihentikan dan hasil pemilihan September 2014 dituntaskan,” kata Fajar Subhi. (bj/zal/ce1)