Awalnya Prihatin Banyaknya Kulit Durian Dibuang Percuma

525
KREATIF : Siswa SMAN Bojong Kabupaten Pekalongan menunjukkan kreativitasnya mengolah kulit durian menjadi dodol yang lezat. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF : Siswa SMAN Bojong Kabupaten Pekalongan menunjukkan kreativitasnya mengolah kulit durian menjadi dodol yang lezat. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF : Siswa SMAN Bojong Kabupaten Pekalongan menunjukkan kreativitasnya mengolah kulit durian menjadi dodol yang lezat. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dengan tangan kreatif pelajar SMA Negeri Bojong Kabupaten Pekalongan, menjadikan kulit buah berduri runcing, bisa menjadi makanan lezat. Seperti apa?

FAIZ URHANUL HILAL, Kajen

MEMAKAN kulit durian. Barangkali tak pernah terlintas di pikiran banyak orang. Usai dinikmati daging buah dan menyisakan biji, kulit durian pastinya dibuang. Namun kreativitas para pelajar SMA Negeri Bojong terasah. Tampang garang dan kasar dari kulit durian itu diruwat hingga menjadi lembut dan halus. Hasilnya menjadi jenang atau dodol kulit durian.

Kreasi tersebut berawal dari keprihatinannya atas banyaknya kulit durian yang teronggok dan dikerumuni lalat. Kemudian muncul ide kreatif menjadikan kulit bergerigi tajam itu tetap bermanfaat.

“Di Pekalongan, durian sangat banyak. Otomatis banyak juga kulit durian yang dibuang begitu saja. Akhirnya kami berpikir bagaimana caranya kulit durian itu diolah,” kata seorang pelajar, Susi Rahmadhani kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Susi, pembuatan jenang atau dodol berbahan kulit durian itu sangat sederhana. Selain kulit durian segar sebagai bahan utama, bahan yang dibutuhkan yakni, air kapur sirih, tepung beras ketan, margarine, gula Jawa, kayu manis dan pandan.

Sebelum diolah, kulit durian terlebih dahulu dipotong kecil-kecil. Proses selanjutnya adalah menghilangkan duri hingga bersih untuk kemudian dipotong kembali dengan ukuran lebih kecil. “Untuk mempermudah menjadikannya bubur, potongan kulit kecil-kecil itu kemudian direndam dengan air sekitar 15 menit, baru kemudian direbus,” kata Susi.

Setelah direndam di air mendidih selama 30 menit, kerasnya kulit durian akhirnya luluh. Dalam kondisi itu, kulit durian akan mudah dihaluskan dengan cara diblender. Alih wujud kulit durian menjadi bubur itu, belum tuntas. Bubur kulit itu kembali direbus kembali hingga mengental untuk kemudian didinginkan. Sembari menunggu proses pendinginan, kata Susi, dibuatkan karamel berbahan gula jawa dan campuran kayu manis.

“Baru setelah kental, bubur kulit durian tadi dimasukkan. Jangan lupa diaduk-aduk agar merata,” imbuhnya sembari memperagakan pembuatan kreasi kulit durian itu.

Setelah merata, kemudian tepung beras ketan dimasukkan. Lagi-lagi diaduk sampai merata. “Setelah itu, jadilah dodol kulit durian,” ungkapnya sembari tersenyum.

Selain mempunyai rasa yang tak kalah dengan buah duriannya, dodol buatan pelajar SMA N Bojong itu bisa bertahan sampai tiga bulan. Hal itulah mendorong Petugas Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Tri Budi Santoso saat mencicipi dodol kulit durian ala pelajar SMA N Bojong.

Menurutnya, kreasi tersebut perlu dikembangkan, bahkan bisa didedikasikan menjadi makanan khas Pekalongan. “Untuk rasanya tidak kalah dengan jenang-jenang yang ada di luar sana. Barangkali pemerintah bisa mengupayakan jenang kulit durian ini menjadi makanan khas. Karena bahannya sangat mudah didapat disini,” ujarnya sembari melanjutkan menikmati kulit durian.

Budi menambahkan, masyarakat bisa mendapatkan dodol atau jenang kulit durian itu dengan mendatangi langsung ke SMA N Bojong sebagai oleh-oleh. “Tidak perlu ragu. Sebab, dodol ini juga sudah diuji dan bisa bertahan hingga tiga bulan,” pungkasnya. (*/ida)