MASIH DIBERSIHKAN : Salah seorang karyawan menunjukkan beberapa arsip yang terbakar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPTD, Senin (26/4) kemarin. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
MASIH DIBERSIHKAN : Salah seorang karyawan menunjukkan beberapa arsip yang terbakar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPTD, Senin (26/4) kemarin. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
MASIH DIBERSIHKAN : Salah seorang karyawan menunjukkan beberapa arsip yang terbakar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPTD, Senin (26/4) kemarin. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

SALATIGA—Diduga televisi (TV) mengalami korsleting listrik, kantor Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) UPTD Salatiga di Jalan Veteran, Argomulyo, Salatiga terbakar pada Minggu (26/4) malam sekitar pukul 23.00. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun ruangan kantor hangus dan beberapa arsip terbakar.

Dugaan sementara, korsleting listrik terjadi akibat arus pendek pada sambungan televisi yang berada di atas ruang kerja karyawan. Mengetahui hal tersebut, penjaga malam, mengguyur api dengan air. Untungnya tidak beberapa lama api bisa dipadamkan. Sehingga tidak membakar habis gedung SKB. Kejadian tersebut baru dilaporkan kepada dinas terkait dan kepolisian, Senin pagi (27/4) kemarin.

Elvi, 56, mengatakan jika dirinya mengetahui terjadinya kebakaran sekitar pukul 11.00 malam. Saat itu, dirinya sedang berjualan di samping gedung SKB. Satpam yang melihat api dan asap di dalam ruangan, segera berlari dan mengambil alat seadanya untuk mengguyur api. Tapi, asap hitam terlanjur memenuhi ruangan kantor, sehingga membuat penjaga kesulitan memadamkan api. “Saya tidak bisa menolong, karena saat itu ada langganan saya di warung. Kondisi jalan juga lengang. Jadi penjaga yang mematikan sendiri,” katanya.

Sementara itu, Hartadi, 36, penjaga gedung SKB mengatakan, akibat kebakaran tersebut, kantor tidak bisa dipakai. Barang-barang dan 3 ruangan kerja ikut hangus. Sekarang, dirinya ditugaskan membersihkan ruangan dan memisahkan barang-barang yang masih bisa dipakai.

“Ruangan kepala ikut hangus. Kondisi gedung belum bisa digunakan. Kemungkinan baru bisa dibersihkan secara total, dua hari ke depan. Memang kabel di sini rawan digerogoti tikus. Karena bangunan ini lama, banyak tikusnya dan rawan terjadi putus kabel,” pungkasnya. (abd/ida)