SANTUNAN: Kasubdit Tanggap Darurat Bencana Sosial Kemensos RI, Benny Habsoro didampingi Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Demak Bambang Saptoro memberikan santunan kepada istri Sarlan, Tukimah, di rumahnya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANTUNAN: Kasubdit Tanggap Darurat Bencana Sosial Kemensos RI, Benny Habsoro didampingi Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Demak Bambang Saptoro memberikan santunan kepada istri Sarlan, Tukimah, di rumahnya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANTUNAN: Kasubdit Tanggap Darurat Bencana Sosial Kemensos RI, Benny Habsoro didampingi Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Demak Bambang Saptoro memberikan santunan kepada istri Sarlan, Tukimah, di rumahnya, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Sarlan, 81, warga Dukuh Karang RT 6 RW 6, Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen dipastikan meninggal dunia karena kecapekan. Bukan lantaran terinjak-injak ketika antre mengambil dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen Jumat 23 April lalu.

Anak Sarlan, Suratman, 45, mengatakan itu saat memberikan penjelasan pada Kasubdit Tanggap Darurat Bencana Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Benny Habsoro dan Kasi Kerjasama Kemensos B Agus Riyanto didampingi Kepala Dinsosnakertrans Pemkab Demak, Bambang Saptoro dan Kabid Asisten Sosial, M Muzayyin dirumah korban, kemarin. Tampak pula, Camat Mranggen Wiwin Edi Wibowo.

Kemensos memberikan santunan atau tali asih kepada korban melalui istrinya Tukimah, 83. Suratman menambahkan, semula ayahnya yang sehari-hari berkerja mencari rumput untuk kambing peliharaannya berangkat menuju Balai Desa Bandungrejo pukul 06.45 diantar dengan sepeda motor. Sampai lokasi, ia langsung ikut antre dijalur khusus para lansia melalui pintu samping balai desa. “Namun, bapak saya kemudian pindah ikut antre dijalur umum lewat pintu depan. Karena antre yang lama ini, bapak saya tiba-tiba mau pingsan. Melihat kondisi itu, warga lainnya langsung menolongnya. Saya sendiri waktu itu tidak mengira kalau yang pingsan itu bapak saya. Saya tahu setelah beliau diangkat orang. Tidak tahunya ternyata orang tua saya sendiri,” kata Suratman menceritakan kronologi kejadian.

Karena kondisi lemah, Sarlan dilarikan ke RS Pelita Anugerah untuk dirawat. Namun, dalam perkembangannya korban meninggal. Kepala Dinsosnakertrans Bambang Saptoro mengatakan, Kemensos bersama Dinsosnakertrans memberikan santunan untuk ikut meringankan beban korban. “Kami langsung mendatangi rumah korban di Desa Kangkung,”katanya.

Kabid Asisten Sosial, M Muzayyin menambahkan, perlu ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnis (juklak dan juknis) terkait PSKS. Sebab, sejauh ini, yang menangani penyaluran PSKS sejak awal adalah kantor pos. “Sudah ada MoU dengan Kantor Pos. Karena itu, yang menhandle itu kantor pos,”jelasnya.

Kasubdit Tanggap Darurat Bencana Sosial Kemensos, Benny Habsoro mengaku diutus langsung Kemensos untuk mengetahui secara langsung kronologi kejadian yang menyebabkan korban. Kemensos ingin memastikan apakah korban meninggal akibat diinjak-injak atau tidak. “Ternyata, dari pihak keluarga korban meninggal bukan karena terinjak-injak saat antre PSKS ini. Dengan demikian, informasinya makin jelas dan tidak simpang siur lagi. Kita juga datang kesini sekaligus untuk memberikan santunan pada keluarga korban,”katanya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kemensos berkoordinasi langsung dengan Dinsosnakertrans provinsi dan Pemkab Demak untuk ikut memberikan bantuan tali asih atas peristiwa tersebut. Camat Mranggen, Wiwin Edi Wibowo mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada Kemensos agar para lansia yang kondisinya lemah lunglai bisa diprioritaskan Kantor Pos agar dapat mengambil dana PSKS diluar jadwal. “Perlu diambil langkah strategis agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Kita minta lokasinya didekatkan dengan penerima,”katanya.

Rudi dari Kantor Pos Mranggen mengatakan, pihaknya mencari tempat yang strategis agar peralatan pendukung bisa mengakses data-data penerima yang ada. “Kita butuh sinyal atau akses internet melalui modem. Tanpa itu, sulit. Selain itu, petugas kantor pos pun terbatas,”katanya. (hib/fth)