DEMAK – Mulai banyaknya pelaku kriminal yang didominasi anak putus sekolah menjadi perhatian serius jajaran Polres Demak. Sebab kondisi ini jika terus dibiarkan bakal semakin meresahkan masyarakat. Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan maupun upaya lainnya dalam menangani berbagai tindak kriminalitas. Bagi masyarakat, selain diminta untuk selalu mewaspadai lingkungannya termasuk saat bekendara di jalan raya juga memberikan imbauan-imbauan melalui berbagai sarana.

Diantaranya, lewat spanduk maupun media lainnya yang dipasang dibeberapa titik rawan tindak kriminalitas. Bahkan, bagi para pelaku yang tertangkap, tetap diberikan pembinaan mental supaya mereka tidak mengulangi tindakannya yang telah merugikan dan meresahkan masyarakat. “Untuk para pelaku yang sudah tertangkap, mereka diberikan siraman rohani setiap hari Kamis di Polres Demak. Tak hanya itu, Babinkamtibmas juga melakukan upaya pencegahan yang dijalankan di desa-desa oleh setiap polsek setempat,” katanya, kemarin.

Zamroni menambahkan, melalui program pantuan dan sentuhan langsung ke masyarakat tersebut, para pelaku kriminal diharapkan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, masyarakat juga makin tahu dan waspada dengan lingkungannya. “Ini kita lakukan untuk menekan angka kriminalitas dimasyarakat,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Demak, Bambang Saptoro mengatakan, warga yang tidak mampu melanjutkan sekolah maupun para pelaku tindak kriminal yang telah insaf bisa diberikan keterampilan yang memadai agar bisa bekerja sesuai jalan yang benar. “Mereka dapat dibekali keterampilan oleh Balai Latihan Kerja (BLK),” katanya. (hib/fth)