MEWAH: Perpaduan bahan kain lurik, troso dan batik Pekalongan membuat busana lebih bewarna dan terkesan glamour. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWAH: Perpaduan bahan kain lurik, troso dan batik Pekalongan membuat busana lebih bewarna dan terkesan glamour. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWAH: Perpaduan bahan kain lurik, troso dan batik Pekalongan membuat busana lebih bewarna dan terkesan glamour. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Keunikan kain tradisional seperti lurik, troso dan batik Pekalongan sangat menarik bila disatukan. Perpaduannya bisa mewujudkan sebuah buasana modern berupa gaun pesta nan glamour.

Paduan ketiga kain ini coba diangkat oleh Niki Hutomo, desainer Batik Jayakarta dengan mengusung tema Rising Phoenix yang tersinspirasi dari perpaduan warna terdapat dalam tubuh burung tersebut. “Burung itu (Phoenix, Red) bisa kembali terbang dan tetap indah walaupun dalam keterpurukan. Hal tersebut juga terjadi pada kain tradisional yang pernah dianggap kuno namun kini sangat disukai berbagai kalangan,” katanya usai fashion show, malam final pemilihan Denok-Kenang 2015 di Kratakatau Ballroom, Hotel Horison Semarang.

Gaun rancangan terdiri dari 10 busana yang merupakan busana pesta atau busana malam dengan warna cerah dan berani khas batik pesisiran seperti kuning, emas dan merah. “ Paduan ketiga kain ini memberikan kombinasi warna yang indah, sementara motif yang ada membuat pemakainya terkesan lebih glamour,” tandasnya.

Dalam busana rancangannya, Niki memberikan detail payet, brookat dan cystal dibagian dada, dan lengan sehingga membuat kesan seksi ditambag dengan bawahan tipe mermaid atau duyung dan span. “ Busana ini lebih mengeksplorasi lekuk tubuh sehingga memberikan kesan seksi dan cantik namun tidak terbuka sehingga tidak terkesan vulgarm,” ucapnya.

Sementara untuk siluet, Niki menggunakan teknik cutting empire line sehingga tidak terkesan monoton. “ Busana rata-rata adalah terusan, dan sudah ramai dengan corak batik dan lain lurik serta troso sehingga tidak memerlukan tambahan asesoris,” pungkasnya. (den/smu)