SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri modal ventura perlu direvitalisasi. Hal ini guna meningkatkan peran dan kapasitas perusahaan modal ventura dalam mendorong lahirnya para wirausahawan baru yang memiliki kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, total aset industri modal ventura pada tahun 2014 tumbuh sebesar 9,10 persen. Yaitu dari Rp 8,24 triliun pada tahun 2013 menjadi Rp 8,99 triliun pada akhir Desember 2014.

Namun demikian, market size industri modal ventura masih kecil dibandingkan industri keuangan non bank (IKNB) lainnya. Total market size industri modal ventura terhadap industri keuangan non bank (IKNB) adalah sebesar 0,67 persen dari total seluruh aset IKNB sebesar Rp 1.351 trliliun.

Oleh karena itu, upaya revitalisasi atas perusahaan modal ventura di Indonesia, terutama dalam mendorong perkembangan wirausaha di Indonesia, baik perusahaan start up, maupun UMKM, yang terutama berbasis inovasi dan teknologi baru, sangat diperlukan. “Industri modal ventura memerlukan terobosan dan dukungan tidak saja dari kalangan industri modal ventura itu sendiri namun juga dari pemerintah,” jelas Muliaman.

Berbagai kebijakan tersebut dapat berbentuk insentif Pajak dan pengelolaan Equity Program, peningkatan peran dari asosiasi Perusahaan modal ventura dalam upaya pembentukan Business Angel Network, serta penguatan sumber pendanaan dari Perusahaan modal ventura dengan mengkaji kemungkinan pembentukan venture fund.

Untuk perluasan sumber pendanaan bagi perusahaan modal ventura, OJK melihat dapat dilakukan melalui pengelolaan venture fund oleh perusahaan modal ventura. Dengan mekanisme venture fund ini diharapkan terkumpul dana-dana dari investor profesional seperti asuransi, dana pensiun dan dana dari pemerintah. “Dengan demikian modal ventura dapat memiliki akses sumber pendanaan yang lebih baik dalam melakukan pembiayaan kepada Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) dari sejak awal pendiriannya,” paparnya.

Untuk mendukung kegiatan modal ventura tetap dapat berjalan, maka selama Perusahaan modal ventura menunggu hasil (return) dari penyaluran kegiatan dalam bentuk equity participation, seperti penyediaan modal kerja bagi UMKM di sektor produktif, maka kepada modal ventura diberikan kesempatan untuk melakukan kegiataan dalam bentuk penyediaan jasa pendampingan serta kegiatan usaha berbasis fee. (dna/smu)