Di-PHK Sepihak, Karyawan Unjuk Rasa

157
SINDIR PERUSAHAAN : Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang berpakaian pocong saat berdemo di depan kantor Gubernur, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINDIR PERUSAHAAN : Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang berpakaian pocong saat berdemo di depan kantor Gubernur, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SINDIR PERUSAHAAN : Karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang berpakaian pocong saat berdemo di depan kantor Gubernur, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan karyawan PT Mekar Armada Jaya Magelang, Senin (27/4) melakukan unjuk rasa di depan kantor Guburnur Jawa Tengah Jalan Pahlawan Semarang. Dalam orasinya, mereka mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk segera memberikan upaya kesejahteraan bagi para buruh di Jawa Tengah. Selain itu, mereka juga mengecam keras sikap perusahaan tempat mereka bekerja yang telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap ratusan karyawan.

”Kami telah bekerja di perusahaan hingga masa kerja 10-15 tahun. Namun tidak pernah mendapat kepastian status kerja (karyawan tetap). Tahu-tahu mendapat PHK tanpa ada keterangan yang jelas,” ungkap Koordinator Aksi, Eddy S Nugroho.

Karena alasan itulah, Eddy mengaku sengaja membawa dua buah pocong yang merupakan simbol telah matinya hati nurani kaum kapitalis terhadap para buruh. Menurutnya, mereka telah bertindak sewenang-wenang sehingga menyalahi aturan perundang-undangan. ”Kami ke sini tidak hanya sekadar menyampaikan aspirasi. Kami ingin meminta gubernur untuk membantu masalah kami,” imbuhnya.

Dijelaskan Eddy, terdapat sekitar 300 pekerja di perusahannya yang di-PHK secara sepihak. Sebagian masih berjuang dan sebagian lainnya terus melakukan aksi mogok. Saat ditanyakan alasan PHK, disebutkan bahwa perusahaan sedang mengalami perubahan sistem manajemen. Sehingga harus memberhentikan karyawannya. ”Ini alasan yang tidak kuat dan melanggar undang-undang,” tandasnya mengaku telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Semarang.

Eddy mengaku sudah tidak tahu lagi ke mana harus mengadu. Sebelumnya mereka telah mendatangi DPRD Magelang dan Dinas Ketenagakerjaan baik di daerah maupun provinsi. Namun hingga saat ini belum juga mendapatkan solusi. Oleh karenanya, mereka menuntut empat hal. Di antaranya diberikan hak-hak normatif sebagai pekerja buruh, dipekerjakan kembali buruh yang di-PHK sepihak dan diberikan kepastian kerja kepada seluruh pekerja buruh serta dihentikannya segala bentuk tindakan yang melarang buruh untuk berserikat.

”Kami harus terus berjuang karena kami menginginkan kepastian nasib kami sebagai buruh. Demi tegaknya keadilan di negeri ini untuk kami khususnya buruh di Magelang dan seluruh buruh di Jawa Tengah,” pungkasnya sebelum meninggalkan lokasi. (fai/ric/ce1)