SALATIGA–Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistyo mendesak agar warga di sekitar kawasan tanah longsor di Perengsari RT 12, Canden, Kecamatan Tingkir, segera direlokasi. Menyusul terjadinya longsor beberapa hari lalu, dikhawatirkan membahayakan warga.

“Relokasi penduduk sangat mendesak dilakukan, karena membahayakan jiwa warga yang ada di sekitar lokasi longsor,” kata Teddy Sulistyo saat melakukan peninjauan lokasi tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi sejak dua pekan terakhir di Salatiga, Senin (26/4) kemarin.

Dari tinjauan dewan, kata Teddy, terdapat 20-an kepala keluarga (KK) di RT 12 yang perlu direlokasi. Mengingat kondisinya memprihatinkan dan bisa kembali menjadi korban longsor. “Padahal, jalan tersebut penghubung Salatiga dengan Kabupetan Semarang. Sehingga, banyak masyarakat yang melintas. Jangan sampai ada korban jiwa,” tandasnya.

Rombongan DPRD yang meninjau lokasi tanah longsor sempat berdialog dengan warga yang masih bertahan di kawasan Perengsari. Lokasi longsoran yang tak jauh dari pabrik Keras Salatiga itu memang menjadi jalur penghubung Salatiga ke wilayah Kabupaten Semarang.
Rombongan dipimpin Ketua DPRD Teddy Sulistyo serta diikuti pula Ketua Komisi A Dance Ishak Palit didampingi Kepala Satpol PP Kusumo Aji, Camat Tingkir Nunuk D, Lurah serta DPU dan Ciptakaru Kota Salatiga.

Ketua Komisi A Dance Ishak Palit juga mendesak agar camat dan lurah membuat laporan terkait anggaran tak terduga untuk bencana. “Anggaran ini nantinya untuk mengatasi yang tanah longsor. Sehingga, khusus di Perengsari ini dibuat terasereng,” ungkap Dance.
Tercatat, DPRD telah menerima laporan tiga titik rawan longsor di antaranya berada di Kecamatan Tingkir. “Yang paling krusial di Perengsari ini, karena jalannya menghubungkan dua daerah sehingga kerap dilintasi masyarakat dua daerah,” tuturnya.

Dance meminta Camat Tingkir Nunuk Dartini untuk segera membuat laporan rekomendasi untuk penggusulan titik rawan bencana. Kemudian, dari laporan ini diharapkan wali kota segera membuat keputusan bencana. “Dari dasar laporan kecamatan ini, diharapkan SKPD terkait langsung membuat rencana kegiatannya. Baik penanganannya maupun semacam preventif,” ujarnya saat berdialog di lokasi tanah longsor.

Yang harus dilihat, imbuh Dance, masyarakat Salatiga patut diapresiasi. Karena warga sigap melakukan pembersihan tanah di lokasi yang sempat menutup jalan. Termasuk, membuat saluran air baru di atas pereng sehingga terhindar dari longsor susulan.

Ketua RT 12, Jamil mengaku saat bencana longsor Perengsari terjadi, dirinya langsung menghubungi Ketua Komisi A Dance Ishak Palit. Dan dari komunikasi itu, ditindaklanjuti dengan meninjau dan mengambil langkah-langkah meringankan warga sekitar bencana longsor. “Saya berterimakasih bencana ini segera direspon anggota DPRD. Kami berharap, permasalahan bencana Pemkot Salatiga hadir,” pungkasnya. (abd/ida)