Berlangsung di Marina Taekwondoin Jateng Ditangani 2 Pelatih Korea

176
AGAR OPTIMAL: Seorang pekerja menyelesaikan pengerjaan dojang taekwondo Jateng di kompleks GOR Jatidiri Semarang. Dengan rampungnya pembangunan dojang baru ini, latihan taekwondoin Jateng lebih fokus. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
AGAR OPTIMAL: Seorang pekerja menyelesaikan pengerjaan dojang taekwondo Jateng di kompleks GOR Jatidiri Semarang. Dengan rampungnya pembangunan dojang baru ini, latihan taekwondoin Jateng lebih fokus. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
AGAR OPTIMAL: Seorang pekerja menyelesaikan pengerjaan dojang taekwondo Jateng di kompleks GOR Jatidiri Semarang. Dengan rampungnya pembangunan dojang baru ini, latihan taekwondoin Jateng lebih fokus. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Babak kualifikasi PON 2016 atau pra PON cabor taekwondo dipastikan akan berlangsung di Semarang, 6 – 8 November 2015 mendatang. Untuk tempat pelaksanaan event akbar ini dipilih Marina Convention Center (MCC), Semarang.

Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah, Agus Soewito, mengatakan dipilihnya MCC karena gedung tersebut sangat representative, terutama untuk luas arenanya. “Sewanya memang mahal, tapi tidak masalah karena yang penting bagi kita adalah bisa menjadi tuan rumah yang baik. Ini komitmen Pengprov TI Jateng,” tandasnya.

Sementara, terkait persiapan tim Jateng, Pengprov TI Jateng terus menggodog para atletnya baik untuk nomor kyorugi maupun poomsae. Menurut Agus, dengan selesainya pembangunan dojang baru di kompleks GOR Jatidiri, maka latihan akan lebih fokus. “Untuk dojang baru kita khususkan kyorugi, sementara dojang lama untuk latihan poomsae. Berlatih poomsae butuh keheningan dan konsentrasi tinggi, sehingga dengan pemisahan tempat latihan ini maka harapannya hasilnya lebih optimal,” tandasnya.

Ditambahkan Agus, Pengprov TI Jateng sangat serius untuk memaksimalkan prestasi di Pra PON dan berlanjut di PON 2016 mendatang di Jabar. Salah satu upayanya adalah mendatangkan dua pelatih asal Korea Selatan, Negara asal taekwondo. Untuk kyorugi, ditangani Sim Wo Jin yang sudah melatih para atlet pelatda Jateng kurang lebih satu tahun ini. Sementara untuk pelatih poomsae, baru saja datang dalam bulan ini dan sudah mulai melatih para atlet poomsae Jateng.

Tim Taekwondo Jawa Tengah optimistis mampu lebih berprestasi di PON 2016 mendatang di Jabar, dibanding pada PON sebelumnya di Riau pada 2012. “Persiapannya all out. Teknik atlet sudah merata. Semua taekwondoin di masing-masing nomor sudah siap. Cuma satu yang masih belum pasti, yaitu kelas berat putri,” timpal Master Alex Harijanto, Pembina TI Jateng.

Sementara itu, salah satu pelatih Jateng, Dereck Afsa menuturkan, masih butuh setidaknya dua kejuaraan dan beberapa try out sebelum para atlet tampil di Pra PON. Dia masih belum punya rencana, event apa yang akan digunakan sebagai ajang try out tersebut. Terakhir try out digelar di Surabaya melawan para atlet Jatim, pekan lalu. “Rencananya, Juli mendatang, kami akan menjajal latih tanding di Korea selama sebulan,” tukasnya. (amh/smu)