SEPI: Kondisi jalan yang lenggang saat dilakukannya laounching CFD, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Kondisi jalan yang lenggang saat dilakukannya laounching CFD, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI: Kondisi jalan yang lenggang saat dilakukannya laounching CFD, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Wali kota Yuliyanto secara resmi meluncurkan Car Free Day (CFD) Salatiga di Lapangan Pancasila, Minggu, (26/4). Kegiatan yang bertajuk Car Free Day to Green ini bertujuan untuk mengurangi dampak emisi gas buang kendaraan bermotor yang semakin hari semakin tinggi.

Kegiatan ini diramaikan dengan senam massal yang diikuti ratusan masyarakat, kesenian drumblek khas Salatiga, pemasangan tong sampah dan juga kegiatan pungut sampah bersama. Peluncuran CFD ini merupakan kerjasama antara Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Perhubungan Komunikasi, Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubkombudpar), Polres Salatiga dan peran serta pihak swasta yaitu PT Kievit.

Sayangnya, di dalam pelaksanaan muncul banyak keluhan dalam pelaksanaannya. Berbagai keluhan muncul dalam media sosial. Diantaranya, pemilihan lokasi di lapangan Pancasila yang dinilai kurang pas karena ada beberapa tempat ibadah. Alhasil sempat ada keluhan dari jemaat yang sedang mengikuti ibadah di Gereja. Selain itu, beberapa jemaat gereja juga terpaksa memarkir kendaraan jauh dari gereja, selayaknya pengunjung CFD. “Seandainya di jalan Kartini tentunya lebih nyaman dan tidak ada tempat ibadah,” kata seorang pengunjung CFD, Mahendra, kemarin.

Selain itu, ada pula warga yang hendak masuk ke CFD dengan membawa anjing peliharaan sempat dilarang petugas yang berjaga. Meski setelah adu argumen akhirnya pengunjung tersebut bisa masuk dan membawa peliharaannya ke dalam lapangan Pancasila. Hal lain adalah minimnya kantong parkir dan mengakibatkan munculnya parkir liar dengan tarif melambung hingga 300 persen. “Saya naik motor dan parkir membayar Rp 3000,” kata Issa.

Sebenarnya, permasalahan tersebut sudah disampaikan beberapa waktu lalu kepada Kepala KLH Prasetyo Ichtiarto untuk diantisipasi. Namun permasalahan masih tetap muncul juga. Sebelumnya Kepala KLH Prasetyo Ichtiarto mengatakan, animo masyarakat bagus, bukan tidak mungkin kegiatan ini menjadi dilaksanakan setiap seminggu. “Kegiatan ini akan direncanakan setiap bulan sekali dengan menggandeng pihak swasta. Jika respons masyarakat bagus, ke depan akan dilaksanakan seminggu sekali,” katanya.

Wali kota Salatiga mengapresiasi peran serta swasta dalam mendukung kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi peran serta pihak swasta dan juga masyarakat dalam mendukung kegiatan ini. Mari bersama – sama wujudkan Salatiga menjadi tempat yang nyaman dan hijau,” kata Walikota sesaat sebelum pelepasan balon sebagai tanda diluncurkannya. (abd/sas/fth)