SEMARANG – Universitas Stikubank (Unisbank) mewisuda 397 mahasiswa yang terdiri atas S2 sejumlah 110 orang, S1 sejumlah 220 orang, diploma 3 orang dan profesi akuntansi sejumlah 27 orang. Wisuda periode I Tahun 2015 merupakan pelaksanaan wisuda ke-73.

”Dengan demikian maka jumlah alumni Unisbank menjadi 33.354 orang. Di mana, alumni Unisbank tersebut kini telah menjadi potensi jejaring kerja (networking) yang luas karena para alumnus tersebut telah tersebar bekerja baik di instansi pemerintah atau swasta, baik di sektor jasa, industri maupun sebagai wirausaha,” kata Rektor Unisbank, Hasan Abdul Rozak, Senin (27/4).

Di antara para alumni Unisbank tersebut telah dapat menduduki posisi yang penting dan strategis baik sebagai birokrat, profesional, juga sebagai intrapreneur maupun sebagai entrepreneur.

Ketatnya persaingan dalam segala aspek kehidupan menuntut lulusan harus mempunyai kompetensi yang dapat diandalkan. Sekarang ini setiap lulusan harus siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA 2015), yang menuntut kesiapan untuk bersaing dalam berbagai hal khususnya dengan negara-negara ASEAN.

”Untuk menghadapi era tersebut maka Unisbank telah melakukan berbagai kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Australia, Amerika dan Tiongkok, dalam rangka mengembangkan kemampuan dosen dan mahasiswa, berupa program sandwich, dual degree, twinning program dan short course,” katanya.

Kerja sama tidak hanya dilakukan dengan pihak luar negeri tetapi juga dalam negeri untuk membangun jaringan potensi pasar kerja yang lebih luas bagi alumni. Pendidikan dan pengalaman selama menempuh kuliah di Unisbank dapat menjadikan bekal lulusan, baik dalam berfikir, bertindak sebagai insan intelektual yang selalu mengedepankan perilaku yang bermartabat dan berbudaya.

”Terkait dengan entrepreneurial-IT Based University, para wisudawan dapat memiliki jiwa kewirausahaan dan kemampuan yang memadai dalam penguasaan bidang Teknologi Informasi yang sudah menjadi tuntutan untuk dipenuhi. Di sinilah saudara ditempa secara nyata untuk mengembangkan nilai-nilai positif dan luhur yang ada pada sikap entrepreneur,” katanya.

Melalui dukungan kemampuan dan penguasaan di bidang IT, maka akan menjadikan setiap lulusan selalu dapat menciptakan peluang bisnis yang ada. Untuk mengantisipasi persaingan yang sangat kompetitif saat ini, maka Unisbank mempunyai komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah, melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi yaitu tentang Peningkatan Daya Saing Bangsa dan Peningkatan Mutu Lulusan.

”Dalam rangka memenuhi berbagai ketentuan yang terus berkembang dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk menjadikan Unisbank sebagai perguruan tinggi yang baik dan tepercaya, Unisbank terus berupaya untuk melakukan pembenahan dan pemenuhan syarat tersebut, dengan harapan Unisbank senantiasa mampu melaksanakan proses dan menghasilkan produk berupa lulusan yang berkualitas dan unggul,” paparnya.

Saat ini Unisbank telah memiliki 2 orang Profesor, 27 orang Doktor, 15 orang Candidat Doktor dan 120 orang Magister (S2) dari berbagai bidang ilmu baik dari dalam maupun luar negeri. Guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peran aktif di masyarakat, Unisbank menyelenggarakan program dalam bentuk kompetisi bagi pemuda dan pelajar di Jawa Tengah guna menciptakan generasi muda mandiri.
”Yang disebut dengan Unisbank Young Entrepreneur Awards (UYEA). Kegiatan yang diselenggarakan mulai tahun 2015 ini bertujuan menggalang ide sukses dari pemuda dan pelajar di seleuruh Jawa Tengah sebagai awal kemandirian dalam berwirausaha,” katanya.

Sehingga, menurutnya Unisbank telah berperan serta secara aktif membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan mengurangi masalah pengangguran, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas.

”Pemenang dari kompetisi ini nantinya akan mendapatkan penghargaan dan modal usaha serta Trophy Bergilir dari Gubernur Jawa Tengah. Adapun tema dari UYEA tahun pertama ini adalah Technopreneurship, yaitu ’Ide Teknologi untuk Jawa Tengah yang Lebih Baik’, artinya dengan sentuhan teknologi dalam kegiatan kewirausahaan menjadikan kehidupan masyarakat Jawa Tengah menjadi lebih baik,” tuturnya. (ewb/ric/ce1)