30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Sugiyanto Butuh 71 Ribu Dukungan

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi'...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang...

DEMAK – Suhu politik di Demak jelang pilkada desember mendatang semakin memanas. Tidak hanya calon dari parpol, calon dari independen sudah mulai tidak malu-malu untuk menyatakan diri meramaikan pilkada. Salah satunya adalah Sugiyanto, S.Kom, warga Desa Wedung, Kecamatan Wedung. PNS di Balai Penginderaan Jauh Satelit Lingkungan dan Cuaca pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jakarta ini secara terang-terangan bakal maju dalam pilkada Demak. Ia merupakan sosok yang mahir dalam dunia tekhnologi.

“Kalau kita berjuang untuk kesejahteraan keluarga itu sudah biasa. Tapi bagaimana agar ilmu ini bermanfaat, maka saya harus mengabdikan diri pada masyarakat di daerah saya, Demak. Karena itu, saya pun siap maju dalam pilkada Demak melalui jalur independen,” kata Sugiyanto, kemarin.

Ia menambahkan, masyarakat Demak harus bersatu dan bangkit untuk meriah cita-cita sebagai daerah yang maju dan sejahtera. Dirinya bercita-cita mendorong setiap desa dapat mandiri dan terlepas dari belenggu kemiskinan. Ia pun ingin mendirikan sentra-sentra ekonomi sesuai potensi wilayah desa dan kecamatan masing-masing. “Saya serius betul untuk ikut pilkada Demak ini,” imbuhnya yang kental dengan filsafat hidup sederhana dan memiliki slogan Demak Bersatu Bangkit ini.

Ketua KPUD Demak, Mahmudi mengatakan, untuk menjadi calon bupati dan wakil bupati setidaknya memang ada dua jalur. Yakni, melalui jalur partai politik (parpol) dan jalur perseorangan (independen). “Untuk perseorangan berhak maju dalam kontestasi pilkada melalui jalur independen. Untuk jalur perseorangan ini akan kami tunggu. Sebab, selama ini belum pernah ada yang nyalon lewat jalur tersebut (independen),” kata Mahmudi.

Sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang pilkada langsung disebutkan untuk calon independen saratnya harus mengantongi dukungan masyarakat minimal 6,5 persen dari jumlah penduduk. Berdasarkan data kependudukan yang diterima KPUD Demak per 31 Desember 2014, tercatat ada 1.950.139 jiwa. Karena itu, 6,5 persen dari jumlah penduduk itu, maka dibutuhkan sekitar 71.184 dukungan untuk calon independen. “KPUD sendiri sampai sekarang masih menunggu data resmi jumlah penduduk yang terbaru. Mestianya, kalau mau aman harus mempunyai dukungan lebih dari 71 ribu tersebut. Syarat dukungan usia 17 tahun atau sudah menikah,” tambahnya.

Untuk calon independen ini, persyaratan harus dilengkapi dengan surat pernyataan dukungan komplit dengan tandatangan penduduk dan identitas (KTP) dan lainnya. “Surat pernyataan sifatnya kolektif tapi ditandatangani pendukung disetiap desa dan harus dijilid. Dukungan harus tersebar 50 persen lebih dari semua atau 8 kecamatan,” tambahnya.

Ia menambahkan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan atau ketidaksesuaian data dukungan, maka petugas dari KPUD akan melakukan verifikasi faktual. “Semua data akan diverifikasi langsung ke rumah warga yang menyatakan memberikan dukungan itu. Karena itu, bukan hanya sekedar mengumpulkan KTP saja,”katanya.

Mahmudi juga mengatakan, untuk calon yang nyalon lewat parpol, maka parpol tersebut harus memiliki kursi di DPRD Demak. Yaitu, minimal 10 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi. Di Demak ini, kata dia, tidak ada satupun partai yang bisa mengusulkan sendiri cabup cawabup. Sebab, paling banyak hanya 9 kursi. “Makanya parpol harus berkoalisi,” tambahnya. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

PPP Usung Wabup, Demokrat Jajaki Koalisi

KAJEN-Setelah resmi berkoalisi dengan PDIP, PPP menawarkan posisi G2 (Wakil Bupati/Wabup)) dalam mengahadi Pilkada 2015 mendatang. Sementara itu, Partai Demokrat masih menjajaki koalisi dengan...

Raup Puluhan Juta dari Make up Artist

RADARSEMARANG.COM - KESUKSESAN tidak perlu menunggu nanti. Itulah yang menjadi kunci Jeihan Nabila Shavira dalam menjalankan bisnisnya. Sembari kuliah, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas...

Ratusan Polisi Nyungsep di Sawah

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Ratusan anggota polisi nyungsep ke sawah saat bersepeda di areal persawahan. Bukan karena kecelakaan, tapi para anggota Polres Pekalongan tersebut tengah...

Siswa SD Ciptakan Komposter Canggih

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Komposter sampah berukuran mini yang dipamerkan di Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2018 Tingkat Kabupaten Semarang menjadi perhatian banyak pengunjung,...

More Articles Like This