Sampah Pasar Ganggu Penilaian Adipura

153
GANGGU PEMANDANGAN : Sampah di Pasar Darurat kian menumpuk karena tidak diangkut setiap hari. Kondisi ini mengganggu penilaian Adipura. (Taufik hidayat/radar semarang)
GANGGU PEMANDANGAN : Sampah di Pasar Darurat kian menumpuk karena tidak diangkut setiap hari. Kondisi ini mengganggu penilaian Adipura. (Taufik hidayat/radar semarang)
GANGGU PEMANDANGAN : Sampah di Pasar Darurat kian menumpuk karena tidak diangkut setiap hari. Kondisi ini mengganggu penilaian Adipura. (Taufik hidayat/radar semarang)

BATANG – Keberadaan sampah di Pasar Darurat yang berada di Jalan Sutomo, Kecamatan/Kabupaten Batang sangat menganggu Tim Adipura saat berkunjung ke lokasi tersebut. Pasalnya pasar yang digunakan oleh dua ribuan pedagang itu, hanya dilengkapi dua tempat pembuangan sampah (TPS) saja.

Dari dua TPS yang ada tersebut, oleh petugas Dinas Cipta Karya tidak setiap hari diangkut. Sehingga ketika hujan turun, sampah yang menumpuk tersebut menimbulkan bau tak sedap, dan berserakan dimana-mana.

Dengan adanya sampah yang menumpuk tak di angkut di banyak tempat, termasuk Pasar Darurat dikhawatirkan ambang batas atau passing grade yang saat masuk peringkat 13, untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah, bisa merosot lagi.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Batang, Abdullah, Minggu (26/4) mengungkapkan kondisi Pasar Darurat Batang yang semrawut dan kumuh saat ini diperparah dengan adanya tumpukan sampah di banyak tempat. Menurutnya, jika Pemda Batang serius ingin meraih kembali Adipura, hendaknya di setiap lorong Pasar Darurat diberi tempat sampah.

“Pedagang jangan terlalu sering disalahkan, karena membuang sampah sembarang. Tapi tolong Pemda juga menyediakan tempat sampah yang memadai, sehingga sampah tidak dibuang berserakan,” ungkap Abdullah.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang, Soetadi, menandaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sangat optimistis untuk meraih kembali penghargaan Adipura periode 2014-2015 ini. Menurutnya saat ini Tim Adipura, masih bisa memaksimalkan raihan poin di penilaian tahap dua (P2), yakni minimal 75,43. Sehingga bisa memenuhi ambang batas nilai atau passing grade guna meraih penghargaan prestisius di bidang lingkungan itu.

“Mau tak mau, hasil P2 nanti harus bisa menembus minimal 75,43, sehingga total nilai Adipura bisa memenuhi passing grade. Kami masih optimistis bisa menutup kekurangan itu di penilaian yang kedua nanti,” katanya.

Dia juga menandaskan,dari sejumlah titik pantau yang sesuai hasil P1 terbilang rendah. Seperti sampah yang ada pasar, TPS di beberapa tempat, dan pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurutnya khusus objek sampah yang ada di pasar, Pemda merasa terbantu dengan adanya relokasi ke Pasar Darurat. Sebab penanganannya relatif lebih mudah, jika dibandingkan pasar induk.

“Kendala utamanya terutama masalah persampahan di Pasar Induk. Sebab mengelola sampah itu berat, dan tidak bisa dilakukan secara instan. Maka yang kita lakukan adalah membenahi secara maksimal sampah yang ada di Pasar Darurat, di samping membangun kesadaran bersama,” tegasnya. (thd/ric)