BERSIH RAWA - Ribuan relawan resik-resik Rawapening di Desa Asinan Kecamatan Bawen, Kabupatan Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSIH RAWA - Ribuan relawan resik-resik Rawapening di Desa Asinan Kecamatan Bawen, Kabupatan Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSIH RAWA – Ribuan relawan resik-resik Rawapening di Desa Asinan Kecamatan Bawen, Kabupatan Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sekitar 1.000 relawan dari berbagai organisasi termasuk TNI/Polri dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Semarang, kemarin, bersama menggelar aksi bersih Rawa pening. Kegiatan dengan tema “Gugur Gunung Resik-Resik Rawapening” dipusatkan serentak di Dusun Sumurup, Desa Asinan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Dengan menggunakan perahu karet dan perahu kayu milik nelayan, relawan membersihkan enceng gondok dari perairan darat ke tepi rawa. Selanjutnya relawan lain bersiap mengangkat enceng gondok ke daratan di pinggiran Rawa Pening. Selain membersihkan enceng gondok, ribuan orang juga membersihkan sampah-sampah dari rawa.

Ketua panitia “Gugur Gunung Resik-Resik Rawapening”, Prapto Nugroho mengatakan, kegiatan dilakukan karena prihatinan dengan kondisi rawa pening. Sebab sedimentasi semakin cepat dan pertumbuhan enceng gondok semakin banyak. Kondisi seperti ini jelas menyulitkan nelayan untuk mencari ikan. Sejumlah kalangan bahkan mengkhawatirkan rawa pening akan menjadi daratan. “Semangat Gugur Gunung ini sebenarnya sudah ada di masyarakat, sehingga kami berupaya membangkitkan lagi semangatnya untuk menjaga rawa pening. Memang kita tidak bisa secara keseluruhan membersihan enceng, tapi ini bisa menjadi pemantik agar bisa menjadi kegiatan rutin, terutama harus ada peran dari pemerintah untuk menanganinya,” kata di sela acara, kemarin.

Prapto menambahkan, kegiatan bakti social dilakukan secara sukarela dan diikuti sejumlah elemen masyarakat. Mulai masyarakat umum, mahasiswa, TNI/Polri sampai anggota DPRD Kabupaten Semarang. Sayangnya, perwakilan dari pemkab Semarang tidak ada yang ikut bersama-sama membersihkan rawa pening. Padahal, peserta banyak yang berasal dari Kabupaten/Kota lainnya yang datang setelah membaca di media social. Sejumlah peserta bahkan sudah datang ke Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen sejak Sabtu (25/4) malam dengan menggelar tenda untuk berkemah dipinggiran Rawa Pening. “Kami memang bukan warga Kabupaten Semarang. Tetapi kami tertarik ikut bersih rawa pening setelah lihat di facebook. Kebetulan kami beberapa mahasiswa di UNNES turut peduli terhadap kelestarian lingkungan,” kata Maudi, 20, yang datang bersama sejumlah mahasiswa UNNES.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, The Hok Hiong mengatakan, hasil penelitian sejumlah ahli mengatakan tahun 2021 diperkirakan rawa pening menjadi daratan jika tidak segera ditangani. Sehingga pemerintah pusat perlu melakukan langkah cepat untuk menangani Rawa Pening. “Ibaratnya keno gawe kipu gemak (menjadi tempat mandi tanah burung Puyuh). Aksi ini semestinya dapat memicu agar pemerintah segera turun tangan. Terutama Pemerintah pusat, sebab dulu pemerintah pusat berjanji akan menangani rawa pening,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto yang juga ikut bersih-bersih Rawa Pening mendukung kegiatan Save Rawa Pening. Kegiatan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk menangani Rawa Pening. “Semoga mereka yang punya wewenang dan penduli dengan Rawapening melihat aksi relawan ini. Kegiatan ini bisa menjadi contoh dan memotivasi pemerintah untuk bergerak bersama rakyat menjaga kelestarian lingkungan hidup demi kehidupan anak cucu generasi penerus bangsa. Rawa Pening ini menjadi sumber kehidupan jutaan rakyat, dan ternyata rakyat masih peduli atas penyelamatan lingkungan,” tambahnya. (tyo/fth)