Jalan Tugu Meteseh Belum Tersentuh Perbaikan

109
BIKIN TAK NYAMAN: Banyaknya lubang jalan membuat pengendara tidak nyaman saat melintas. Kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pengendara, butuh perbaikan segera. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIKIN TAK NYAMAN: Banyaknya lubang jalan membuat pengendara tidak nyaman saat melintas. Kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pengendara, butuh perbaikan segera. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIKIN TAK NYAMAN: Banyaknya lubang jalan membuat pengendara tidak nyaman saat melintas. Kondisi tersebut juga membahayakan keselamatan pengendara, butuh perbaikan segera. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TEMBALANG – Kondisi jalan di wilayah penyanggah belum semuanya tertangani. Seperti Jalan Tugu, Kelurahan Meteseh, yang kondisinya makin memprihatinkan. Banyaknya lubang jalan membuat jalur tersebut sangat rawan kecelakaan. Pengendara, khususnya roda dua pun harus ekstra hati-hati saat melintas. Butuh penanganan segera dari Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Bina Marga.

Agustina Sinta Dewi misalnya, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini yang setiap harinya melalui jalan tersebut mengaku kerap hampir terjatuh karena kondisi jalan yang tidak nyaman dilalui. ”Kalau berangkat kuliah pasti melewati sini (Jalan Tugu). Karena jika dari Pedurungan akses yang terdekat ke Undip lewat sini. Beberapa kali sempat mau jatuh, karena pas tergesa-gesa ke kampus, harus menghindari jalan yang berlubang,” ujar Sinta, Minggu (26/4).

Ahmad Gufron, warga setempat mengatakan, akibat kondisi jalan yang banyak berlubang, ia kerap menyaksikan beberapa pengendara jatuh. ”Apalagi kalau musim penghujan. Kendaraan yang sering melewati jalan ini juga memperparah kondisi jalan. Warung-warung di pinggir jalan juga terkena imbasnya, sering kena cipratan,” papar Ahmad.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, lebih dari 30 lubang menghiasi sepanjang Jalan Tugu. Dengan lebar lubang sekitar 10 sampai 30 sentimeter. Terlihat beberapa truk bermuatan berat juga melewati jalan tersebut. Hal itu membuat parah kondisi jalan. Beberapa pengendara pun kesulitan memilih jalur yang mulus, karena mayoritas kondisinya rusak.

Para pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan hingga 10 kilometer per jam. Wara Ayu, warga Tembalang menyatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, hingga kini belum ada inisiatif dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut. ”Beberapa warga sekitar kemarin juga ingin menanami beberapa lubang dengan pohon pisang. Hal itu dikarenakan warga sekitar sudah mulai kesal dengan kondisi jalan yang hingga kini tidak dibenahi,” katanya. (ewb/zal/ce1)