Sungai Meluap, Banjir Terjang Lima Kelurahan

95
MACET: Genangan banjir di Jalan Arteri Soekarno Hatta menghambat arus lalu lintas kendaraan, Jumat (13/2). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MACET: Genangan banjir di Jalan Arteri Soekarno Hatta menghambat arus lalu lintas kendaraan, Jumat (13/2). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MACET: Genangan banjir di Jalan Arteri Soekarno Hatta menghambat arus lalu lintas kendaraan, Jumat (13/2). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Bencana banjir sepertinya masih terus menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Kendal. Buktinya lagi -lagi Kecamatan Kendal Kota, dikepung banjir akibat hujan yang mengguyur wilayah sejak Kendal Kamis (23/4) hingga Jumat (24/4) dini hari. Setidaknya lima keluarahan kebanjiran akibat meluapnya sungai Kali Kendal. Yakni Kelurahan Kebondalem, Ngilir, Balok, Langenharjo, Pegulon, Patukangan dan Pekauman.

Genangan air di lima kelurahan itu berkisar antara 30 sampai 50 senti meter. Genangan air paling parah terjadi di kelurahan Kebondalem dan Ngilir yang mencapai 50 sentimeter.Tidak hanya pemukiman warga, komplek Kantor Bupati Kendal juga terendam banjir setinggi 15 senti meter. Warga yang resah, akhirnya terpaksa membuat tanggul darurat menggunakan karung berisi pasir yang dipasang di depan pintu dan celah-celah air masuk. “Airnya sudah masuk rumah sejak pukul 03.00. Warga akhirnya kerja membersihan rumahnya masing-masing dari lumpur yang masuk rumah setelah air surut,” kata seorang warga Pegulan, Joko Wiyono.

Joko menambahkan, banjir akibat meluapnya sungai Kali Kendal lantaran tingginya sedimentasi. Badan sungai yang seluas 12 meter, kini tersisih hanya empat meter dan sungai banyak ditumbuhi rumput dan semak belukar. Selain itu, sungai juga dipenuhi sampah sehingga ketika hujan, air lebih cepat meluap ke perkampungan. “Warga sudah minta sungai dinormalisasi, tapi sampai sekarag juga tidak ada tindak lanjut dari pemerintah,” imbuhnya.

Warga berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah terkait penanganan banjir di Kabupaten Kendal. Sebab, lima kelurahan itu sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya. ”Seharusnya ini bisa menjadi prioritas utama dalam penanganannya oleh pemerintah. Tapi bertahun-tahun, warga harus dihantui banjir setiap musim penghujan,” kata warga Kelurahan Ngilir, Sutris, 42.

Kasi Kesiapsiagaan bencana BPBD Kabupaten Kendal, Slamet mengatakan, di wilayah bawah memang rawan terjadi banjir saat musim hujan. Tapi pihaknya telah menyiagakan anggotanya jika sewaktu-waktu terjadi banjir parah. “Bencana yang rawan terjadi di Kendal yakni longsor dan banjir. Untuk saat ini, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah atas bencana banjir ini,” katanya. (bud/fth)