Spesial Kartini di Hotel Marlin

127
UTAMAKAN PELAYANAN : Resepsionis melayani tamu di Hotel Marlin Pekalongan. Menyambut Hari Kartini, hotel ini menawarkan promo spesial. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
UTAMAKAN PELAYANAN : Resepsionis melayani tamu di Hotel Marlin Pekalongan. Menyambut Hari Kartini, hotel ini menawarkan promo spesial. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
UTAMAKAN PELAYANAN : Resepsionis melayani tamu di Hotel Marlin Pekalongan. Menyambut Hari Kartini, hotel ini menawarkan promo spesial. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Pada bulan kelahiran pendobrak kesetaraan gender, RA Kartini, kali ini Hotel Marlin di Jalan Raya Wiradesa No 25 Pekalongan turut meramaikan dengan promo menarik. Yaitu Promo Kartini dengan harga special rate room.

“Khusus bulan ini, kami berikan harga spesial bagi tamu-tamu istimewa kami. Yaitu promo kamar special rate hanya Rp 280.000 net,” ucap Hotel Manager Marlin Pekalongan David L Sanur kepada Radar Semarang. “Promo rate room sudah termasuk makan pagi untuk 2 orang. Jadi sangat spesial,” imbuhnya.

Hotel Marlin sendiri merupakan salah satu dari 14 hotel dalam jaringan grup Dafam Hotel dengan memiliki fasilitas komplet. Seperti free wi fi, parkir luas, kopi dan teh gratis di kamar, room service 24 jam, TV kabel, meeting room dan lounge untuk bersantai serta batik shop. Juga memiliki fasilitas penunjang, seperti karaoke, spa dan ATM.

David juga mengungkapkan, adanya perubahan regulasi, yaitu sudah diperbolehkan pemerintahan menggelar acara di hotel, turut menaikkan omset hotelnya. “Kami bersyukur, regulasi kini sudah diubah. Saat ini pemerintahan sudah mulai masuk lagi. Jadi cukup meningkatkan omset kami,” terangnya. Terutama menurut David, acara-acara sosialisasi dan seminar juga sudah mulai berjalan. “Minggu depan sudah ada yang mengawali untuk menggelar acara di hotel kami. Semoga ke depannya lancar terus. Sehingga pemasukan hotel juga terus meningkat,” harapnya.

Karena disadari David, mengelola sebuah hotel budget seperti Marlin mengandalkan kamar lumayan susah. Karena hanya dimafaatkan untuk pejalan yang lewat untuk istirahat saja. Bukan seperti hotel wisata, yang menjadi jujugan untuk plesir.

“Biasanya tamu setia kami adalah pejalan luar kota, tepat sore hari lewat Pekalongan, capek langsung mampir. Terutama pebisnis batik yang belanja batik di Grand Pantura, IBC atau kampung wisata batik. Untuk di bawa ke daerah asal dijual kembali atau hanya sekedar order barang,” tandasnya. (han/ric)