Polda Siapkan 140 Penembak

124

BARUSARI – Regu penembak dari Brimob Polda Jateng siap melakukan proses eksekusi mati tahap 2 terhadap 10 terpidana mati di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap. Pihak Polda Jateng mengaku tinggal menunggu perintah dari Kejaksaan Agung (kejagung) untuk pelaksanaan eksekusi mati terpidana kasus narkoba tersebut.

”Kami sudah siap. Tinggal tunggu perintah dari kejagung saja,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Aloysius Liliek Darmanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (24/4).

Liliek menjelaskan, pelaksanaan eksekusi mati bisa dilakukan kapan saja. Bisa dua atau tiga hari mendatang. ”Kalau sudah ada lampu hijau. Kami sudah siap. Pasukan sudah disiapkan sarana prasarana. Ini tugas negara,” katanya.

Dikatakan, satu regu penembak berjumlah 14 personel. Mereka menangani satu terpidana mati. Jika ada 10 terpidana mati, maka diperlukan 10 regu dengan anggota sebanyak 140 penembak.

Dijelaskan, aturan regu penembak sudah diatur dalam UU Nomor 2/PNPS (penetapan presiden) 1964 tentang tata cara pelaksanaan pidana mati dan surat edaran Jampidum Kejagung 4 Maret 1994 Register B-235/E/3/1994. Regu penembak terdiri atas 1 Bintara, 12 Tamtama, 1 pimpinan perwira, yang semuanya anggota Brimob Polri. ”Mengenai kondisi penembak, juga harus dijaga. Eksekutor tidak boleh dibikin stres,” ujarnya.

Asisten Intelijen Kejati Jateng, Yacob Hendrik, mengatakan, pihaknya masih menunggu perintah Kejagung. ”Bocoran waktunya belum. Tapi kita pastikan semua sudah di dalam (Lapas Nusakambangan). Terakhir Mary Jane yang pagi tadi (kemarin, Red) dipindah dari Lapas Jogjakarta tiba di Lapas Besi Blok 5 Nusakambangan,” kata dia.

Hendrik menyatakan, sampai saat ini pihaknya tidak menemui kendala berarti untuk mempersiapkan eksekusi mati gelombang kedua.

Diakui, pasca berkumpulnya 10 terpidana mati di Lapas Besi, keamanan di Nusakambangan memang langsung diperketat. Baik di dalam maupun luar lapas, yakni di Dermaga Wijayapura, Cilacap. ”Keamanan sesuai dengan protapnya datang dari unsur Polda Jateng, Polres Cilacap dan unsur TNI/Polri. Intinya semuanya sudah siap,” ujarnya.

Menurut informasi, 10 terpidana mati gelombang dua yang sudah menanti detik-detik terakhir eksekusi adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (keduanya WN Australia); Martin Anderson (WN Ghana): Raheem Agbaje Salami (WN Spanyol); Rodrigo Gularte (Brasil); Sylvester Obieke Nwolise (WN Nigeria); Sergei Areski Atlaoui (WN Prancis); Okwudili Oyatanzel (WN Prancis); Zainal Abidin (WN Indonesia), dan Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina). (amu/aro/ce1)