TEBAR BENIH : Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati bersama anggota OPSI menggelar doa bersama sebelum menebar 20 ribu benih ikan Nila dan Kalper di Sungai Klampok. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEBAR BENIH : Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati bersama anggota OPSI menggelar doa bersama sebelum menebar 20 ribu benih ikan Nila dan Kalper di Sungai Klampok. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEBAR BENIH : Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Djati bersama anggota OPSI menggelar doa bersama sebelum menebar 20 ribu benih ikan Nila dan Kalper di Sungai Klampok. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BERGAS – Organisasi Pelestari Sungai Indonesia (OPSI) Kabupaten Semarang, kemarin, menggelar selamatan (doa bersama) memohon keselamatan dan lestarinya Sungai Klampok di Kecamatan Bergas yang sempat terindikasi tercemari limbah pabrik. Acara doa bersama yang dihadiri puluhan warga dan pejabat di lingkungan Pemkab Semarang serta perwakilan sejumlah pabrik diakhirnya dengan menebar 20 ribu benih ikan Nila dan Kalper di sungai Klampok. Penebaran benih ikan sebagai indikator biologis adanya pencemaran limbah pabrik di sungai tersebut.

Humas OPSI Kabupaten Semarang, Wardi mengatakan, doa bersama dan tebar benih 20 ribu benih ikan sebagai bentuk kepedulian OPSI, warga dan pabrik di sekitar sungai untuk menjaga lingkungan terutama sungai Klampok. Dengan penebaran benih ikan ini untuk mencegah punahnya habitat di sungai Klampok dan mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber penghidupan. “Acara selamatan ini kami gelar sebagai wujud syukur, selain itu untuk dijadikan pengingat agar warga, pabrik dan juga pemerintah lebih peduli dengan sungai,” katanya disela-sela acara doa bersama dan tebar benih di sungai Klampok.

Wardi menambahkan, saat ini kondisi sungai Klampok sudah lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Jika sebelumnya masih ada endapapan pekat dan bau, sekarang ini sudah bersih. Sehingga diharapkan ikan-ikan yang ditebar tersebut dapat hidup dan berkembang biak. “Semoga adanya ikan ini akan membuat sungai kembali jernih dan alami,” tambahnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Agus Purwoko Djati yang datang mewakili Bupati Semarang mengatakan, tebar benih ikan sebagai salah satu upaya menyelamatkan perikanan perairan umum daratan. Sebab perikanan di perairan umum daratan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di daerah aliran sungai. Selain itu juga sebagai salah satu indikator biologi pencemaran limbah di sungai. “Jika ditebar dan ikan dapat berkembang biak berarti kualitas airnya bagus. Untuk itu Pemkab mendukung langkah OPSI melakukan penebaran benih 20 ribu ekor. Ini juga sebagai upaya pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat terutama yang memanfaatkan aliran itu. Supaya para perusahaan dan masyarakat di sekitar sungai tidak sembarangan membuang limbah organik maupun unorganik,” katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, Nurhadi Soebroto menambahkan, di sepanjang sungai Klampok memang banyak perusahaan. Sehingga dengan penebaran benih ikan ini bisa menjadi indikator biologis tingkat pencemaran. Fungsi pengawasan oleh masyarakat dalam hal ini OPSI juga sangat membantu pemerintah untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. “Secara umum kondisi sungai Klampok sudah baik,” tambahnya.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, M. Nafis Munandar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, saat ini di DPRD di tahun 2015 ini ada agenda pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Pembuangan Limbah Cair. Harapannya dari Perda itu bisa menjadi alat bagi Pemkab Semarang untuk melaksanakan kewenangannya dalam menjaga alam dan lingkungan. “Semoga bulan depan Perda ini sudah di bahas,” katanya. (tyo/fth)