LKPJ Wali Kota dengan Rekomendasi

125

SEMARANG – DPRD Kota Semarang menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) wali kota akhir tahun anggaran 2014 dan akhir masa masa jabatan 2010-2015. Meski menerima, tapi dewan memberikan sejumlah rekomendasi yang diharapkan diperbaiki oleh wali kota yang terpilih pada Pilwalkot 2015, pada 9 Desember mendatang.

”Kita mengesahkan hasil pembahasan pansus LKPJ wali kota akhir tahun anggaran 2014 maupun akhir masa jabatan 2010-2015, dengan memberi catatan dan rekomendasi untuk ditindak lanjuti wali kota yang akan datang,” kata Ketua DPRD Kota Semarang HA Supriyadi, usai sidang paripurna kemarin (23/4).

Catatannya, di antaranya terkait masih tingginya silpa setiap tahun anggaran. ”Silpa setiap tahunnya relatif tinggi, tahun 2014 kemarin mencapai Rp1,08 triliun. Jumlah itu fantastis. Rekomendasi kami diharapkan tidak terjadi lagi penyerapan anggaran yang berkurang drastis,” terangnya.

Berikutnya, terkait sumber pendataan penduduk yang dinilai masih tumpang tindih dan tidak sinkron. Data kependudukan selama ini masih mengacu pada tiga lembaga yaitu dari BPS, Bappeda, dan Dispendukcapil. Namun ketiganya data jumlah penduduknya tidak pernah sinkron.

”Pemkot harus merujuk salah satu hasil pendataan saja secara konsisten. Kalau menggunakan BPS, maka tidak boleh lagi ada pendataan dari pihak lain. Sebab dari data kependudukan ini penting sekali memengaruhi indikator keberhasilan pembangunan,” tegasnya.

Data jumlah penduduk itu, di antaranya akan memengaruhi penentuan angka penurunan kemiskinan, pengangguran, dan lain sebagainya. Termasuk yang krusial juga adalah penentuan jumlah pemilih sah untuk Pilwalkot Semarang 2015 yang segera digelar pada 9 Desember nanti.

Menanggapi pandangan dewan atas LKPJ yang disampaikan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir dalam sidang paripurna, menjelaskan, bahwa LKPJ telah disusun sesuai dengan yang telah dilakukan pemkot dan sesuai peraturan perundang-undangan. Semua program sudah berjalan tepat waktu dan sesuai rencana.

Mengenai catatan atau rekomendasi dari anggota dewan, hal tersebut akan dijadikan dasar referensi penyusunan RPJMD maupun RKPD tahun yang akan datang. ”Sehingga pelaksanaan program-program pembangunan bisa berjalan dengan lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Hendi, sapaan akrab wali kota, juga mengatakan sekitar bulan Juli dirinya akan menyelesaikan tugasnya sebagai wali kota. Karenanya dia menyampaikan atas kerja sama dengan dewan selama ini. Secara pribadi dia juga meminta maaf apabila dalam proses komunikasi ada yang membuat anggota dewan tersinggung. (zal/ce1)