Ganjar Yakinkan Pilihannya yang Terbaik

91
MUTASI LAGI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengambil sumpah jabatan dan melantik sejumlah PNS di lingkungan Pemprov Jateng di gedung Gradhika Bakti Praja, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Jawa Pos Radar Semarang)
MUTASI LAGI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengambil sumpah jabatan dan melantik sejumlah PNS di lingkungan Pemprov Jateng di gedung Gradhika Bakti Praja, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Jawa Pos Radar Semarang)
MUTASI LAGI: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengambil sumpah jabatan dan melantik sejumlah PNS di lingkungan Pemprov Jateng di gedung Gradhika Bakti Praja, kemarin. (Biro Humas Setda Jateng for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Setelah lama dibiarkan kosong, posisi jabatan Kepala Biro Umum (Kabiro) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah akhirnya terisi. Adalah Dyah Lukisari mantan Kepala Bidang Pengelolaan Hasil Perkebunan (PHP) pada Dinas Perkebunan Jawa Tengah yang dipercaya untuk menduduki jabatan tersebut. Upacara pengambilan sumpah janji jabatan dan pelantikan dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bakti Praja Semarang, Jumat (24/4).

Dalam sambutannya, Ganjar mengatakan bahwa Dyah Lukisari merupakan produk lelang jabatan terbuka yang diselenggarakan Pemprov Jateng secara nasional. Ia berhasil mengalahkan dua pesaing lainnya yang masuk dalam tiga besar. Mereka adalah Indriani yang menjabat Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah dan Edi Rianto yang menjabat Asisten Administrasi dan Pembangunan Setda Pemerintah Kabupaten Kebumen.

”Sebenarnya dua orang yang tidak lolos itu nilainya (beda) tipis-tipis. Namun karena Bu Dyah memiliki sedikit kelebihan dengan dikonfrontasikan dengan data psikotes, konsepsi, ide gagasan, dan tracking yang ada di masyarakat, akhirnya kita memilihnya,” ungkap Ganjar menyatakan terima kasih kepada semua peserta yang ikut berpartisipasi dalam lelang jabatan.

Kelebihan yang dimiliki Dyah, lanjut Ganjar, adalah agenda perubahan yang ditawarkan. Selain itu juga pengalaman yang dimiliki bersangkutan. Menurutnya, untuk menentukan siapa yang layak menjadi Kabiro Umum tidaklah mudah karena dari tim panitia seleksi (pansel) terlebih dahulu mendatangi satu per satu calon untuk mengetahui rekam jejaknya. ”Hingga akhirnya saya dan Pak Heru (Heru Sudjatmoko, Wakil Gubernur) yang terakhir menentukan,” imbuhnya.

Kepada Kabiro Umum terpilih, Ganjar berpesan untuk segera menjalankan tugasnya dalam memberikan pelayanan. Dikatakan, penghematan atau efisiensi menjadi hal yang pertama yang harus dilakukan. Selain itu, juga harus memastikan hal-hal apa saja yang harus mendapatkan perbaikan. ”Ke depannya tugas Kabiro Umum sangat berat. Apalagi nanti saya akan menambah tugas baru,” kata mantan anggota DPR RI itu.
Selain Kepala Biro Umum, pada kesempatan yang sama Ganjar juga melantik 198 pejabat eselon III atau administrator di lingkungan Pemprov Jateng. Secara umum ia berpesan kepada mereka untuk dapat melakukan agenda perubahan yang dapat membawa Pemprov Jateng menuju ke arah pemerintahan yang baik dan bersih dalam melayani masyarakat.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa mutasi dan promosi di tubuh Pemprov Jateng merupakan upaya penyegaran sebab diketahui banyak pejabat yang sudah menduduki posisinya selama lima tahun lebih. Orientasinya tidak lain adalah untuk meningkatkan kinerja di lingkungan Pemprov Jateng. ”Dari jumlah tersebut terdapat empat orang yang belum dilantik karena saat ini sedang melaksanakan tugas di Manokwari dan Maluku. Sehingga pelantikannya direncanakan baru dapat dilakukan pada Senin (27/4) depan,” pungkasnya. (fai/ric/ce1)