Atap Diperbaiki, Kini Tak Takut Angin Kencang

108
BEDAH RUMAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfie Sulistiawan secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada Mbah Sireng. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BEDAH RUMAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfie Sulistiawan secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada Mbah Sireng. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
BEDAH RUMAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfie Sulistiawan secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada Mbah Sireng. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

Mbah Sireng, 65, janda tua warga RT 3 RW 13, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur sudah beberapa tahun ini hidup di sebuah rumah yang sebagian atapnya sudah terbuka. Kini dirinya sudah bisa tinggal lebih nyaman.

Lutfi Hanafi, PEKALONGAN

Disaksikan warga sekitar, perwakilan dari Muspida Kota Pekalongan, serta tokoh masyarakat setempat, kunci rumah secara simbolis diserahkan kepada Mbah Sireng, 65, pada Kamis (23/4) kemarin, diwakili oleh Kapolres Pekalongan Kota AKBP Lutfie Sulistiawan.
Kini rumah janda tua empat orang anak tersebut sudah layak. Rumahnya yang dulu hampir ambruk kini menjadi layak huni. “Alhamdulillah sekarang saya bisa tidur dengan nyaman. Tidak takut rumah ambruk lagi kalau ada angin besar,” ucap Mbah Sireng.

Dirinya juga mengaku tidak takut lagi saat ada angin kencang atau hujan deras. Sebab atap rumahnya sudah tertutup semua. Sebelumnya rumah nenek yang hidup sebatang kara tersebut hampir semuanya atapnya terbuka.

Mbah Sireng mengungkapkan keempat anaknya sudah memiliki rumah sendiri-sendiri. Namun karena sebagian besar juga berada dalam garis kemiskinan, belum bisa membantu memperbaiki rumahnya. Bahkan salah satu anaknya sampai jadi TKI untuk mengumpulkan pundi-pundi demi keluarganya.

Untuk kehidupan sehari-hari, dirinya juga hanya mengandalkan belas kasihan tetangganya. Tubuhnya yang renta dan tenaganya yang sudah berkurang hanya bisa jadi buruh serabutan bagi tetangga sekitarnya. Kadang untuk makan juga mengharapkan bantuan tetangga kanan kirinya.
Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Zuhriyanto saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa keadaan rumah Mbah Sireng memang sangat memprihatinkan sebelumnya. “Rumahnya dulu sangat parah, hampir tinggal seperempat rumah yang ada atapnya. Lainnya sudah ambruk dan tanpa atap,” ucapnya.

Karena kesulitan ekonomi Mbah Sireng tidak bisa memperbaiki rumahnya, hingga rela bertahun-tahun tinggal di rumah tersebut. Sehingga warga beserta Kepolisian dibantu Koramil dan pemerintah setempat sepakat untuk membangun rumah agar lebih layak ditinggali. ”Kami takutnya jika ada hujan besar dan angin kencang rumahnya ambruk, makanya ber inisiatif bersama warga dan pemerintah memperbaikinya,” ucap Zuhriyanto.

Karena kondisi rumah sangat parah, disepakati untuk merobohkan rumah secara total. Kemudian di bangun dari awal. Karena bangunan yang sebelumnya terbuat dari kayu dan bambu sudah sangat rapuh. Namun kin setelah sudah jadi, bangunan sudah terbuat dari tembok batu bata. Sebagian lantainya juga sudah di keramik agar lebih nyaman.

Sementara itu, Camat Pekalongan Timur, Widaryanto, mengungkapkan pihaknya saat diajak untuk melakukan bedah rumah tersebut langsung menyambut dengan baik. “Adanya bedah rumah berkat sinergitas semua pihak. Kami sangat mengapresiasi pembangunan ini. Sehingga kini Mbah Sireng bisa tidur dengan tenang. Semoga bisa bermanfaat sampai akhir hayatnya,” ucapnya.

Ditambahkan Widaryanto, meski telah selesai pembangunannya, pihaknya tetap akan mengusulkan kembali terkait penyempurnaan bangunannya. “Khususnya di bagian belakang rumah, tetap ke depan akan segera kita perbaiki agar lebih layak lagi. Karena sementara masih bagian depan yang bagus. Dan semoga bisa segera dalam waktu dekat,” tandasnya. (*/ric)