Polisi Diminta Proaktif Usut Pasar Projo

108
MENGADU : Pedagang Pasar Projo saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto dan The Hok Hiong di kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (23/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Pedagang Pasar Projo saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto dan The Hok Hiong di kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (23/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Pedagang Pasar Projo saat beraudiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto dan The Hok Hiong di kantor DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (23/4) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Permasalahan pembagian kios dan los di Pasar Projo Ambarawa, hingga saat ini tidak kunjung selesai. Bahkan muncul dugaan adanya pungutan liar (Pungli) dari oknum panitia pembagian kios sebesar Rp 10 juta untuk mendapatkan tempat strategis. Selain itu, ada sejumlah pedagang yang nekat melakukan pembongkaran sekat kios ataupun los.

Karena itulah, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Semarang meminta aparat Kepolisian dan Kejaksaan turun tangan. Terkait adanya dugaan tindak pidana berupa perusakan aset milik pemerintah dan pungutan liar.

Sementara itu, Rabu (23/4) siang kemarin, perwakilan pedagang mengadu ke DPRD Kabupaten Semarang. Pasalnya, hingga saat ini, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang tidak melaksanakan rekomendasi dari DPRD Kabupaten Semarang agar pembagian kios dikembalikan ke dinas pengampu pasar dibagi kembali berdasarkan musyarawah dan mufakat pedagang. Selain itu, penempatan pedagang berdasarkan komoditi.

Perwakilan pedagang juga mengadukan pembongkaran sekat kios dan los oleh para pedagang yang memiliki lokasi strategis. Tujuan pembongkaran tersebut agar kiosnya dapat digabung menjadi satu.

“Kami meminta DPRD membantu pedagang untuk menanyakan kepada dinas, kenapa hasil kesepakatan dalam rapat dengan Komisi B dan pedagang pada 1 April 2015 lalu tidak dilaksanakan. Kami ingin mempertanyakan kenapa tidak ada sanksi terhadap pedagang yang membongkar sekat kios,” tutur Thomas saat mengadu ke DPRD.

Tidak hanya itu, Sumariyah, 55, pedagang tauge mengadu karena ditarik Rp 10 juta ketika ingin menempati los yang strategis. Sumariyah mengatakan dirinya sudah membayar uang tersebut. “Uangnya sudah saya serahkan sama panitia,” tutur Sumariyah.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mengatakan, kondisi kekisruhan di Pasar Projo tersebut bentuk tidak bertanggungjawabnya Pemkab Semarang yakni Dinas Koperasi UMKM dan Perindag. Sebab, dari sisi bangunan saja masih bermasalah. Masih banyak kerusakan dan atapnya bocor. Belum lagi masalah los dan kios juga belum beres.

“Mereka itu korban. Sebelumnya, korban bencana kebakaran, saat ini malah menjadi korban pembagian kios. Pemerintah harus tanggung jawab. Padahal pasar dibangun memakai uang rakyat, seharusnya digunakan untuk mereka yang berhak,” kata Bambang.

Seharusnya, kata Bambang, dinas mengecek ulang berapa data awal jumlah pedagang dan berapa pedagang yang sekarang menempati. Jika ada kelebihan kios maupun los, harus dilelang dan uangnya masuk ke kas daerah. Selain itu, harus melarang adanya pembongkaran sekat kios dan los. “Sebentar lagi dibangun Pasar Sumowono, jangan sampai masalah di Pasar Projo terulang di sana,” kata Bambang.

Ditambahkan anggota Fraksi PDIP The Hok Hiong, ketika masyarakat diam, pasif dan tidak peduli terhadap hak-hak yang dinikmati dari anggaran Negara, maka saat itulah kejahatan korupsi semakin besar. “Jadi kita acungi jempol pada mereka yang datang ke sini untuk memperjuangkan hak-haknya oleh kelompok-kelompok tertentu yang sifatnya Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN),” katanya.

Selain itu, ada unsur pelanggaran hukum karena ada pedagang yang merusak aset pemerintah dengan menjebol sekat kios dan los. Apalagi bangunan tersebut belum sepenuhnya diserahkan kepada Pemkab Semarang.

“Masalah itu sudah dilaporkan dinas tapi tidak ada tindaklanjut. Saya melihat ini sebuah kejahatan, jadi kepolisian harus proaktif turun tangan untuk menyelidikinya,” tandasnya. (tyo/ida)