MENDOMINASI: Mitsubishi Mirage dengan bodi mungil namun elegan, saat ini cukup banyak terlihat di jalan-jalan di Kota Semarang. Penjualan mobil ini mencapai 60 persen di antara produk Mitsubishi. (Eny Susilowati/Radar Semarang)
MENDOMINASI: Mitsubishi Mirage dengan bodi mungil namun elegan, saat ini cukup banyak terlihat di jalan-jalan di Kota Semarang. Penjualan mobil ini mencapai 60 persen di antara produk Mitsubishi. (Eny Susilowati/Radar Semarang)
MENDOMINASI: Mitsubishi Mirage dengan bodi mungil namun elegan, saat ini cukup banyak terlihat di jalan-jalan di Kota Semarang. Penjualan mobil ini mencapai 60 persen di antara produk Mitsubishi. (Eny Susilowati/Radar Semarang)

SEMARANG – Penjualan truk saat ini tengah menurun. Perubahan kebijakan pemerintah yang terjadi akhir-akhir ini, tidak dipungkiri membawa dampak kurang memuaskan pada bisnis otomotif.

Salah satu kebijakan pemerintah yang membuat calon konsumen otomotif jenis truk wait and see adalah terkait kebijakan untuk plat truk yang sekarang harus plat hitam, tidak boleh plat kuning.

Sri Ambarwati Branch Manager PT Sun Star Motor Authorized Dealer Mitsubishi di Jalan MT. Haryono Semarang, mengungkapkan, pada kebijakan tersebut yang diperbolehkan membeli truk dengan plat kuning hanya perusahaan yang berbadan hukum.

Dijelaskan, harga untuk mobil plat hitam memang lebih mahal dibandingkan plat kuning. Untuk truk colt diesel plat hitam lebih mahal Rp 8 juta dibanding Colt diesel plat kuning, demikian juga dengan truk Fuso plat hitam lebih mahal Rp 22 juta dibandingkan plat kuning.

Meski penjualan truk mengalami penurunan, namun Sri Ambarwati masih bisa optimistis pada penjualan passenger car. Hal itu terlihat dari angka penjualan di kuartal pertama tahun 2015 ini, hingga Maret lalu penjualan sudah mencapai angka 80 persen dari target. “Tahun ini kami menargetkan bisa menjual 50 unit kendaraan Mitsubishi all varian setiap bulannya,” jelasnya. Sedangkan untuk kontribusi penjualan mobil terbesar, saat ini diberikan oleh Mitsubishi Mirage. “Angkanya mencapai 60 persen, dibandingkan kendaraan lainnya,” terangnya. (eny/smu)