26 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Kelola Sampah, Butuh Inovasi dan Kreativitas Warga

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi'...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang...

TINJAU BANK SAMPAH  : Kepala Dinas Cipkaru, Mustain sedang meninjau galery kerajinan sampah saat meninjau Bank Sampah Makmur di Dukuh Ngampel RT 03, RW 04, Blotongan Salatiga. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU BANK SAMPAH : Kepala Dinas Cipkaru, Mustain sedang meninjau galery kerajinan sampah saat meninjau Bank Sampah Makmur di Dukuh Ngampel RT 03, RW 04, Blotongan Salatiga. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Penanganan sampah di Salatiga membutuhkan inovasi dan kreativitas masyarakat. Karena itulah, meski budaya memilah sampah organik dan non organik kurang memasyarakat di Salatiga, akan terus disosialisasi dan pendidikan tentang sampah akan terus digalakkan.
“Pengelolaan sampah yang baik, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Caranya dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptaru) Kota Salatiga, Mustain, saat meninjau Bank Sampah Makmur di Dukuh Ngampel RT 03, RW 04, Blotongan Salatiga.

Menurutnya, Bank Sampah Makmur di Dukuh Ngampel bisa menjadi percontohan bank sampah di Salatiga. Pasalnya dari hasil pemilahan sampah tersebut bisa dijadikan beragam kerajinan. “Jika semua bank sampah di Salatiga bisa seperti ini, tentunya permasalahan sampah di Salatiga bisa sedikit teratasi. Karena itu, kami akan memberikan pendidikan agar sampah bisa menambah penghasilan masyarakat. Mulai dari kerajinan sampai ke pupuk kompos,” tegasnya.

Sementara itu Khumaidi, 46, perajin pernik-pernik dari sampah, menginginkan anak cucunya kelak tidak hidup di atas tumpukan sampah, akibat pemerintah tidak bisa lagi mengatasi sampah yang bertambah banyak. Dari kegiatan seperti ini, dirinya juga bisa membantu pemerintah dalam mengurangi polusi sampah di Salatiga. “Di lain sisi menghasilkan uang, juga dapat membantu penangan polusi sampah. Memang saat ini kesadaran masyarakat akan sampah masih minim. Jangankan memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya saja masih enggan. Makanya, kami berharap kegiatan pemanfaatan sampah bisa ditiru,” tandasnya.

Sementara itu, ketua Bank Sampah Makmur, Gito, 56, mengatakan, peduli sampah perlu pembiasaan. Dirinya sudah memanfaatkan sampah dibuat kompos sejak lama. Bahkan Bank Sampah Makmur pernah memenangi juara 1 lomba yang diadakan oleh Dinas Ciptakaru. “Kami berbuat real di lapangan. Ketika ada lomba, kompos yang kami buat tinggal diikutkan ke lomba. Dan akhirnya kami berhasil menjadi juara. Tapi intinya dengan pemanfaatan sampah, bisa membangun budaya bersih lingkungan dan peningkatan ekonomi kemasyarakata,” pungkasnya. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Ciptakan Alat Tambal Ban Portabel TYRE PRESS

BAGI para pengguna sepeda motor yang mengalami masalah ban bocor, kini ada solusi lebih mudah. Lewat tangan dingin Guru SMK Negeri I Kedungwuni Kabupaten...

Rambut Bob Bertekstur Kembali In

Dengan bergantinya tahun, mode dan tren pun ikut berubah. Tak terkecuali tren dan mode make up dan potongan rambut. Jika tahun lalu marak warna-warna...

Sambut Tahun Baru Islam, MAJT Gelar Doa Bersama

SEMARANG – Tim Hisab Rukyah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memperkirakan awal tahun 1439 Hijriyyah jatuh pada Kamis (21/9) besok. Untuk menyambut malam pergantian...

Taman Kali Tuntang Lama Habiskan Rp 1 Miliar

DEMAK - Pembangunan taman Kali Tuntang Lama antara depan Kodim 0716 hingga depan Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai Singkil menghabiskan anggaran Rp 1 miliar. Sedangkan,...

More Articles Like This