Yeni Andriyani
Yeni Andriyani
Yeni Andriyani

KENDAL—Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadan kursi tribun Stadion Utama Kendal tahun 2013 masih terus dilakukan pendalaman. Kemarin, Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan penyitaan terhadap dokumen-dokumen proyek senilai Rp 2 miliar.

Kepala Kejari (Kajari) Kendal, Yeni Andriyani mengatakan jika Rabu (22/4) lalu, tim Pidana Khusus (Pidsus) melakukan penggeledahan ke kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora). Penggeledahan dimaksudkan untuk mencari barang bukti terhadap kasus yang menjerat dua orang tersangka.

Adalah Direktur CV Idola Perdana inisial FH selaku pihak ketiga atau pelaksana pekerjaan pengadaan kursi tribun dan seorang PNS di Kendal berinisial CU selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

“Hasilnya kami menemukan sejumlah dokumen terkait pengadaan barang dan jasa yang kemudian kami lakukan penyitaan. Tapi perihal dokumen apa saja yang kami sita, masih kami rahasiakan karena menyangkut materi penyidikan,” ujar Yeni, Kamis (23/4).

Dikatakannya, dokumen-dokumen yang disita nantinya akan dijadikan barang bukti dipersidangan. Pengumpulan barang bukti akan terus dilakukan Kejari Kendal. Selain dokumen pihaknya memeriksa saksi-saksi dan meminta keterangan kepada kedua tersangka. “Perihal besar kerugian negara, itu masih kami mintakan audit dari ahli auditor negara,” akunya.

Kepala Seksi Pidsus Kejari Kendal, Zaeful Alim Said menambahkan penggeledahan dilakukan tim penyidik dan berhasil menyita satu koper dokumen pengadaan kursi tribun Stadion Utama Kendal. Proses penggeledahan dilakukan berjumlah enam orang. Tim penyidik berhasil mengamankan berbagai alat bukti yang ada di ruangan TU dan arsip pada Dinpora Kendal.

“Kemarin, kami mulai penggeledahan pada pukul 11.30 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Kami berhasil mengamankan berbagai alat-alat bukti yang diperlukan, sebagai data-data pendukung pembuktian dalam penyidikan untuk penyelesaian kasus ini,” tambahnya. (bud/ida)