Guru PAUD danTK Digaji Rp 100 Ribu/Bulan

147
MENGADU : Para guru TK dan PAUD saat menyampaikan aspirasi terkait honor rendah yang diterimanya ke DPRD Kabupaten Batang, Kamis (23/4) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Para guru TK dan PAUD saat menyampaikan aspirasi terkait honor rendah yang diterimanya ke DPRD Kabupaten Batang, Kamis (23/4) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Para guru TK dan PAUD saat menyampaikan aspirasi terkait honor rendah yang diterimanya ke DPRD Kabupaten Batang, Kamis (23/4) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Kesejahteraan guru Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), jauh dari kelayakan. Terbukti, guru PAUD dan TK yang berjumlah 531 tersebut honor perbulanya hanya Rp 100 ribu. Bahkan, tidak sedikit dari mereka hanya diberi honor Rp 50 ribu per bulan. Namun perhatian Pemkab Batang khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora), masih rendah. Padahal beban kerja sangat tinggi.

Hal tersebut terungkap saat beberapa guru PAUD dan TK menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Kabupaten Batang, Kamis (23/4) siang kemarin. Trisnawati, 34, guru TK dari Kecamatan Banyuputih mengungkapkan bahwa selama ini guru TK dan PAUD, hanya menerima honor per bulan tak lebih dari Rp 100 ribu.

“Anggota DPRD sudah seharusnya ikut memperjuangkan nasib kesejahteraan para guru PAUD dan TK. Karena dengan honor Rp 100 ribu per bulan, jauh dari layak untuk kesejahteraan hidup layak,” ungkap Trisnawati.

Bahkan, kata Trisnawati, sebagian besar guru TK dan PAUD tersebut, tidak mendapatkan bantuan atau tunjangan, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Menurutnya tunjangan selama ini, hanya diterima oleh para wiyata bakti yang telah lama mengabdi lebih dari 7 tahun.

“Beban tugas yang diemban guru PAUD dan TK sebetulnya lebih berat. Tidak hanya mengajar atau transfer of knowledge, tetapi juga mendidik anak-anak usia dini. Kami dituntut dengan standar tinggi, tapi bantuan anggaran maupun sarana prasarana untuk lembaga PAUD dan TK sendiri minim,” terang Trisnawati.

Kepala UPTD Disdikpora Kecamatan Banyuputih, Setiyono, membenarkan jika secara umum, perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan belum maksimal. Menurutnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan satu generasi ke depan. Sehingga kesejahteraan pendidik perlu ditingkatkan.

“Kami diakui, perhatian pemerintah terhadap tenaga pendidik dan lembaganya memang belum memadai. Pemerintah perlu memberikan edukasi agar lembaga PAUD dan TK bisa berkembang dan pendidiknya bisa lebih sejahtera, karena pendidikan anak usia dini sangat vital untuk membentuk mental dan karakter anak,” jelas Setiyono.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Batang, Edy Siswanto menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi para guru PAUD dan TK ke pemerintah pusat. Agar ke depan bisa memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan PAUD dan TK, maupun kesejahteraan pendidiknya.
“Kami sangat menghormati pengorbanan para guru PAUD dan TK. Sebab mereka memegang peranan penting dalam mendidik calon generasi masa depan. Semua aspirasi mereka akan kami sampaikan ke pemerintah pusat,” tegas Edy. (thd/ida)