Cabut Paku di Sepanjang 7 Km

196
PEDULI LINGKUNGAN: Beberapa mahasiswa Unnes terlihat tengah sibuk melakukan aksi cabut paku di sekitar kampus Sekaran, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI LINGKUNGAN: Beberapa mahasiswa Unnes terlihat tengah sibuk melakukan aksi cabut paku di sekitar kampus Sekaran, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI LINGKUNGAN: Beberapa mahasiswa Unnes terlihat tengah sibuk melakukan aksi cabut paku di sekitar kampus Sekaran, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PATEMON – Peringatan Hari Bumi dimanfaatkan mahasiswa Universitas Negeri Semarnag (Unnes) melakukan aksi dengan mencabut paku-paku yang tertempel di pohon sekitar kampus mereka. Hal itu dilakukan sebagai simbol kepedulian mahasiswa terhadap alam.

Ratusan mahasiswa tersebut berjalan melakukan aksi cabut paku sepanjang 7 kilometer mulai dari jembatan besi Sampangan hingga Kelurahan Patemon. Selain mencabuti paku di pepohonan, mahasiswa juga berkeliling kampus guna memunguti sampah-sampah yang berserakan untuk dikumpulkan dan selanjutnya dibuang di tempat sampah.

Salah satu mahasiswa, Nur Ilhamsyah mengatakan ketidakpedulian kepada alam kini sangat memprihatinkan. Akibatnya tidak hanya kampus, kondisi lingkungan kampus kini terlihat banyak sampah berserakan. Meski sudah diberikan dan berkali-kali diperingatkan guna membuang sampah pada tempatnya, masih banyak warga masyarakat dan mahasiswa yang masih seenaknya membuang sampah. ”Melalui aksi seperti ini kita berusaha untuk mengajak masyarakat sekitar kampus agar lebih peduli dengan lingkungan,” ujar Nur, Kamis (23/4).

Selain itu, mahasiswa beserta beberapa civitas Unnes menanam 900 pohon buah di daerah green belt (sabuk hijau) di waduk Jatibarang kelurahan Kandri. Selain guna memperingati hari bumi, hal itu dilakukan guna mengganti ratusan pohon yang ditebang karena pembangunan beberapa gedung di universitas yang ber-tagline konservasi itu.

Sekretaris Badan Pengembangan Konservasi Unnes, Kusmuriyanto mengatakan penanaman ratusan pohon tersebut sesuai dengan kesepakatan antara Unnes dan pihak PT yang membangun beberapa gedung serta mahasiswa, bahwa menebang 1 pohon harus diganti 5 menanam pohon baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. ”Kita juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai bumi dengan tidak mencemari lingkungan dan merusak pohon,” katanya.

Selain mencabut paku, beberapa mahasiswa juga sempat membenahi beberapa banner yang masih berlaku yang berada di pinggir jalan dengan cara mengikat banner tersebut dengan rafia (sebagai pengganti paku). Pihak kampus juga mematikan listrik selama 1 jam sebagai bentuk penghargaan terhadap Hari Bumi. ”Jika bumi kita sehat, maka manusianya pun juga akan sehat. Akhirnya kita bisa bebas melakukan kegiatan dan terbebas dari polusi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita,” kata salah seorang warga, Nuraini. (ewb/zal/ce1)