Pemkot Didesak Tertibkan Parkir Liar

122
SIDAK: Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan sidak parkir liar truk di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan sidak parkir liar truk di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Komisi B DPRD Kota Semarang melakukan sidak parkir liar truk di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Anggota DPRD Kota Semarang mendesak Pemkot Semarang segera menertibkan keberadaan truk yang parkir sembarangan di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Pasalnya, keberadaan truk tersebut melanggar peraturan, dan kerap mengganggu pengguna jalan lainnya. Selain itu, rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, Rabu (22/4), truk kontainer banyak diparkir di Jalan Ronggowarsito, Kelurahan Tanjung Mas. Selain itu, Jalan Empu Tantular dan di bawah jembatan layang Arteri Yos Sudarso juga dipenuhi truk-truk besar yang diparkir sembarangan.

Indah, warga sekitar mengatakan, keberadaan truk-truk besar yang diparkir di Jalan Ronggowarsito kerap mengganggu pengguna jalan. Sebab, keberadaan truk tersebut menghalangi pandangan para pengguna jalan saat hendak menyebarang jalan. Akibatnya, di jalan tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

”Bagaimana tidak mengganggu. Truk yang diparkir sering menutup pintu masuk jalan masuk kampung dan rumah. Keberadaan truk menghalangi pandangan ketika akan menyeberang. Kalau tidak hati-hati, bisa celaka. Tidak siang, tidak malam, di sini sering terjadi kecelakaan,” keluh pemilik rumah yang berada di Jalan Ronggowarsito ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (22/4).

Keberadaan truk liar yang sengaja memanfaatkan badan Jalan Ronggowarsito sebagai lokasi parkir juga mengundang reaksi dari anggota DPRD Kota Semarang. Bersama Lurah Tanjung Mas, dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan mendatangi para pemilik truk yang pakir di jalan tersebut.

”Kami meminta kejelasan para pengemudi truk terkait alasan kenapa mereka memarkirkan kendaraannya di jalan ini. Dari sejumlah keterangan sopir, beralasan tidak adanya ruang parkir mencukupi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Ada juga yang memanfaatkan untuk membuka usaha bengkel meskipun tempatnya tidak permanen,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim.

Pihaknya menyesalkan kejadian tersebut. Karena itu, perlu mendapat tanggapan serius dari pemkot dan pihak pelabuhan. ”Kami minta kepada pemilik truk untuk memiliki area parkir sendiri. Selain itu, pihak pelabuhan juga menyediakan lahan parkir. Sebab, alasan para sopir, mereka menunggu DO (delivery order) dari pelabuhan. Selain itu, pemkot melalui dinas terkait secepatnya mengambil langkah tindakan tegas. Sepanjang Jalan Ronggowarsito penuh truk dan trailer hingga berbulan-bulan tidak ada lampu atau tanda parkir yang dipasang. Sehingga kalau malam rawan sekali kecelakaan. Pengguna kendaraan bisa menabrak, karena tidak sadar ada truk trailer diparkir,’’ tegasnya.

Mekanik truk, Malik, mengakui, sejak 1999 dirinya membuka usaha jasa menyervis truk yang butuh diperbaiki di tempat tersebut. ”Tapi tidak selalu di Jalan Ronggowarsito, saya muter ke tempat-tempat parkir truk trailer. Saya membayar uang kepada pengelola parkir setiap 2 minggu sebesar Rp 200 ribu,” katanya.

Sopir truk Abdul Mukti mengaku, sengaja memarkir kendaraannya di Jalan Ronggowarsito lantaran tidak memiliki tempat parkir. Ia parkir di tempat tersebut paling lama 2 hari, karena menunggu DO dari Pelabuhan Tanjung Emas. ”Parkir di sekitar pelabuhan kan tidak boleh. Jadi, parkir sementara di tempat ini,” akunya.

Lurah Tanjung Mas, Margo Haryadi, menyatakan, pihaknya tidak menarik tarif parkir liar truk dan trailer yang melanggar tersebut. ”Tapi saya tidak tahu kalau ada uang keamanan yang dibayarkan. Itu urusan intern sopir dan jasa keamanan,” tegasnya. (mha/aro/ce1)