Pattiro Dampingi Kelompok Tani Sido Mulyo

177
FOTO BERSAMA: Pattiro menggelar FGD bersama DP3K dan kelompok tani Sido Mulyo di Kampung Djawa Sekatoel, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOTO BERSAMA: Pattiro menggelar FGD bersama DP3K dan kelompok tani Sido Mulyo di Kampung Djawa Sekatoel, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOTO BERSAMA: Pattiro menggelar FGD bersama DP3K dan kelompok tani Sido Mulyo di Kampung Djawa Sekatoel, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – LSM Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) melalui program Persyarikatan Sekolah Rakyat melakukan pendampingan terhadap masyarakat Kelompok Tani Sido Mulyo Desa Kedung Boto, Limbangan, Kendal. Yakni terkait pengelolaan anggaran dan informasi publik agar masyarakat memanfaatkannya.

Pendampingan terhadap kelompok tani menindaklanjuti informasi terkait informasi program bantuan bibit bambu dan program pembangunan dam atau bendungan. Dana tersebut berasal dari pusat yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Kendal.

Bantuan bantuan bibit bambu untuk penanggulangan erosi mengingat desa tersebut rawan longsor lantaran kondisi tanah yang labil. Dana yang digulirkan untuk dua kegiatan sekitar Rp 116 juta. Sebesar Rp 66 juta untuk pengadaan dan penanaman bibit bambu sedangkan sissanya Rp 50 untu pembangunan bendungan.

Direktur Eksekutif Pattiro Kendal, Rusmawardi mengatakan maksud dan tujuan dari kegiatan ini agar kelompok tani Sido Mulyo tidak hanya menjadi obyek pembangunan semata. Tapi harus menjadi subyek pembangunan sehingga masyarakat berperan aktif dan mengetahui tata cara pelaksananan pengeloan bantuan. “Masyarakat harus tahu secara lengkap informasi program bantuan tersebut seperti apa bentuk bantuannya, berapa jumlahnya, darimana sumber dananya, siapa pelaksana pekerjananya. Masyarakat harus mengetahui seperti apa spesifikasinya, kapan mulainya, kapan harus selesai, bagaimana pertanggungjawabannya dan lain-lain,” katanya dalam kegiatan fokus group discussion (FGD) yang mempertemukan petani dengan DP3K di Ruang Pertemuan Kampung Djawa Sekatoel, Rabu (22/4) digelar.

Pattiro sebagai pendamping petani Kelompok Tani Sido Mulyo memfasilitasi warga untuk mendapatkan informasi mengenai dua bantuan tersebut. Dengan adanya informasi masyarakat yang mendapatkan dana bantuan dapat terlibat langsung memonitoring pelaksanaan. Sehinga jika terjadi terjadi penyimpangan pelaksanaan masyarakat bisa langsung mengetahui kemana harus melaporkannya. “Puncaknya, pembangunan yang bersumber dari APBD maupun APBN bisa dilakukan pengawasan langsung oleh masyarakat dan hasil pekerjaan bisa benar-benar berkualitas sesuai spesifikasi yang disyaratkan dokumen pengadaan barang dan jasa,” imbuhnya.

Selain itu, kegiatan FGD juga bertujuan melatih warga masyarakat berinteraksi dengan pejabat pemerintah. Sehingga muncul kebiasaan kerjasama baik antaran masyarakat dengan Pemerintah. Sebab selama ini sosialisasi terhadap pelaksanaan pekerjaan pembangunan kurang diterima secar menyeluruh oleh masyarakat.

Kabid Kehutanan DP3K Kendal, Cahyanto membenarkan tentang informasi bantuan bibit bambu dan pembangunan dam. Tapi sampai saat in belum dapat cair lantaran terkendala belum turunnya petunjuk teknis. “Kemungkinan cair sekira bulan Oktober atau November mendatang,” katanya. (adv/bud/fth)