Kereta Wisata Goa Kreo Tak Layak

180
TAK LAYAK: Kereta wisata di Goa Kreo tak layak jalan, kapasitas penumpang juga berlebihan. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK LAYAK: Kereta wisata di Goa Kreo tak layak jalan, kapasitas penumpang juga berlebihan. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK LAYAK: Kereta wisata di Goa Kreo tak layak jalan, kapasitas penumpang juga berlebihan. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KANDRI – Sebagai desa wisata bentukan pemkot, sah-sah saja jika masyarakat Kelurahan Kandri, Gunungpati memberdayakan potensi yang ada untuk menarik wisatawan. Seperti membuat wahana kereta wisata bagi para pengunjung. Sayangnya, keamanan dan kenyamanan kereta wisata tersebut bagi wisatawan sangat minim. Apalagi kontur jalan di lokasi Goa Kreo naik turun dan terjal.

Sekali jalan, kereta wisata tersebut mengangkut sekitar 22 orang. Wahana tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar Mereka memodifikasi mobil tua yang bisa dibilang tak layak jalan. Saat ini, ada 4 kereta wisata yang beroperasi.

”Ada yang lapor Mas, pas mau nanjak nggak kuat, sempat berjalan mundur, untung saja nggak terbalik. Dinas terkait seharusnya mengkaji ulang wahana itu,” kata sumber Jawa Pos Radar Semarang yang enggan ditulis namanya.

Selain tak laik jalan, kata dia, kapasitas penumpang kereta wisata tersebut juga dipaksakan melebihi normal. ”Tiketnya memang murah, hanya Rp 5 ribu per orang. Tapi bukan berarti keselamatan penumpang dikesampingkan dong,” keluhnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri, mengatakan, kereta wisata tersebut dikelola oleh masyarakat sekitar dan tidak melibatkan Disbudpar. ”Kereta itu dikelola warga. Kami mengapresiasi masyarakat yang men-support objek wisata Goa Kreo. Tapi harus sesuai dengan standar keamanan,” katanya.

Masdiana menuturkan, kereta wisata tersebut tidak diperbolehkan masuk ke area objek wisata. Terkait standar keamanan yang minim, ia sangat menyayangkan. Ia berjanji akan menertibkan jika kereta wisata tersebut masih ngeyel beroperasi di dalam area objek wisata. ”Kalau terjadi apa-apa, yang kena pasti dinas, apalagi kontur jalannya naik turun. Kalau tak layak jalan ya jelas kami tertibkan dengan melibatkan petugas satpol PP,” tegasnya. (den/aro/ce1)