Gunung Kelir Kembali Longsor

87

UNGARAN-Longsoran tanah Gunung Kelir di wilayah Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang masih terus menghantui warga. Pasalnya, Selasa (21/4) petang kemarin, kembali terjadi longsor di tiga titik usai turun hujan lebat di Desa Wirogomo. Yakni di Dusun Kendal Ngisor, Dusun Nlumpak serta Dusun Sebakung.

Setelah sebelumnya Kamis 12 Maret 2015 lalu, tanah di perbukitan Gunung Kelir longsor dan nyaris menimbun gedung SMPN 3 Banyubiru, hingga ratusan siswanya hingga saat ini masih diungsikan di SDN 02 Wirogomo. Sekalipun bencana tanah longsor masih menghantui warga, namun belum ada rencana evakuasi warga untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

Menurut Margono, 68, warga Dusun Kendal Ngisor, longsor kembali terjadi saat hujan deras, Selasa (21/4) sekitar pukul 14.00 hingga petang lalu. Tanah yang longsor tersebut diperkirakan bukan longsoran baru, melainkan sisa longsoran sebelumnya di tebing Gunung Kelir. Sehingga saat turun hujan material tanah langsung meluncur ke bawah hingga terjadi longsor.

“Sepertinya, tanah dari longsoran sebelumnya yang masih berada di tebing setinggi 300 meter. Begitu turun hujan, tanah itu meluncur ke bawah. Warga sebenarnya sudah was- was, terutama saat turun hujan lebat. Warga takut longsoran tebing Gunung Kelir menimbun rumah-rumah warga,” kata Margono, Rabu (22/4) pagi kemarin.

Kapolsek Banyubiru, AKP Joko Pramono menambahkan, tebing Gunung Kelir setinggi sekitar 300 meter sebelumnya mengalami longsor pada Kamis 12 Maret 2015 lalu. Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 3 Banyubiru diungsikan ke gedung SDN 02 Wirogomo, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Material tanah sisa longsor tersebut, Selasa (21/4) petang kembali longsor hingga menutup saluran irigasi berikut taludnya. Selain itu material longsor menimbun sebagian dinding belakang musala sekolah.

“Karena saluran irigasi tertimbun tanah menyebabkan air bercampur lumpur meluber hingga masuk ke halaman sekolah. Sehingga personel dari Polsek, Polres Semarang bersama-sama Koramil Banyubiru dan warga melakukan kerja bakti membersihkan longsoran,” kata Kapolsek didampingi Komandan Koramil Banyubiru, Kapten Inf Sofianto.

Kerjabakti dilakukan di wilayah Dusun Nlumpak dan Dusun Sepakung untuk membuka kembali akses jalan penghubung desa yang terputus akibat tertimbun longsoran tebing sepanjang hampir 15 meter. Setelah dilakukan kerjabakti, akses penghubung desa sudah dapat dilalui. (tyo/ida)