SEMARANG – Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi 8 DPR RI akhirnya sukses merampungkan pembahasan BPIH. Salah satu poin yang didapatkan dari hasil kerja Panja tersebut yakni mampu menghemat uang calon jamaah haji (calhaj) senilai USD 77.910.400 atau setara Rp 973.880.000.000 dengan kurs rupiah Rp 12.500.

Menurut anggota Panja Haji Komisi 8 DPR RI, Abdul Fikri Faqih, hal tersebut didasarkan pada penurunan biaya haji dari USD 3.219 pada 2014 menjadi USD 2.717 pada tahun ini. ”Alhamdulillah pagi ini, (kemarin) pukul 03.00 WIB, kerja Panja BPIH Komisi 8 DPR RI dan Dirjen PHU Kementerian Agama RI selesai membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dengan hasil BPIH tahun ini turun sebesar USD 502, atau jika dikurs dalam rupiah dengan patokan dolar Rp 12.500 per dolar berarti tahun 2015 ditentukan menjadi Rp. 33.962.500,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Jateng itu.

Untuk menindaklanjuti hasil kerja Panja BPIH tersebut, imbuh Fikri, pihaknya akan melakukan rapat kerja pada Rabu (22/4) sore dengan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin. ”Kita berharap dengan disetujuinya BPIH, presiden segera menerbitkan surat keputusannya agar calon jamaah bisa segera melunasi biaya haji,” paparnya.

Dengan keputusan Panja BPIH tersebut, rencana penekanan BPIH bisa direalisasikan. ”Beberapa elemen yang masih bisa ditekan tersebut di antaranya biaya penerbangan, hal itu bisa dilakukan penekanan mengingat harga minyak dunia sedang turun,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pada Februari lalu mengusulkan BPIH tahun 2015 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, kisaran biaya naik haji adalah kisaran Rp 39 hingga Rp 41 juta. Adapun kategori plus kisaran Rp 90 juta. Sementara, jika disetujui dalam rakor dengan Kemenag, biaya haji mengalami penurunan drastis menjadi kisaran Rp 33 juta saja. (ric/ce1)