SEMARANG – Sejak dibuka 1 Januari 2015 hingga sekarang, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Semarang belum ada yang mendaftarkan diri pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, sebagian telah berbadan hukum koperasi, sehingga tidak perlu mendaftarkan lagi ke OJK.

“Di Solo dan Jogja sudah mulai ada beberapa yang menanyakan terkait pendaftaran ini, namun belum daftar secara resmi. Sedangkan di Semarang juga masih sama sekali belum ada,” ujar Ketua OJK Kantor Regional IV Jateng-DIY Santoso Wibowo.

LKM sendiri, masih bisa memilih akan diawasi oleh koperasi atau OJK. Jika telah berbadan hukum koperasi maka akan diawasi oleh Dinas Koperasi dan UKM. Namun jika badan usahanya izin ke OJK maka nantinya akan diawasi oleh OJK. “Bagi yang sudah berbadan hukum koperasi ya cenderungnya pilih ke Dinas Koperasi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, bisa jadi masih banyak LKM yang belum paham terkait peraturan ini. Oleh karena itu pihaknya terus melakukan sosialisasi. “Pendaftaran akan ditutup pada 31 Desember 2015 dan pengawasan pada LKM akan dimulai 1 Februari 2016,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan LKM oleh OJK hanya bersifat sementara. Ke depan pengawasan akan dilakukan langsung oleh pemerintah kabupaten dan kota. Namun begitu, masih perlu dipastikan kesiapan dari pemerintah untuk melakukan pengawasan tersebut.

“Pengawasan seperti ini sebetulnya akan lebih tepat bila dilakukan oleh pemda kabupaten/kota, karena karakteristik setiap daerah tidak sama dan yang paling paham kondisi seperti ini tentunya Pemda setempat,” ujarnya. (dna/ric)