PERAWATAN: Seorang pekerja tengah membersihkan armada BRT Trans Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERAWATAN: Seorang pekerja tengah membersihkan armada BRT Trans Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERAWATAN: Seorang pekerja tengah membersihkan armada BRT Trans Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang sudah berencana mengoperasikan empat koridor tambahan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Sejumlah pihak pun mewacanakan rute untuk pembukaan empat koridor baru tersebut.

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, ada rute strategis yang dapat dijadikan rute koridor baru Trans Semarang. Berdasarkan kebutuhan, kepadatan lalu lintas, dan fungsi untuk mengurangi kemacetan.

Untuk koridor V adalah rute Meteseh (Perumahan Dinar Mas) – Jalan Pemuda. ”Panjang rute ini total kurang lebih 51 km, sehingga diperhitungkan membutuhkan 55 shelter dan 42 bus,’’ katanya kemarin.

Rute berangkat koridor V ini adalah dari Jalan Puri Dinar Mas Raya – Jalan Prof Suharso – Jalan Ketileng Raya – Jalan Kedungmundu Raya – Jalan Tentara Pelajar (Mrican) – Jalan MT Haryono – Jalan Sriwijaya – Jalan Pahlawan – Menteri Supeno (SMA 1) dan Jalan Pahlawan.

Selanjutnya ke bundaran Simpang Lima – Jalan Pahlawan – Jalan Veteran – Jalan Dr Sutomo – Jalan Kaligarang – Jalan Pamularsih – Bundaran Kalibanteng – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Puri Anjasmoro dan PRPP.

Sedangkan rute pulang dari koridor V, yakni dari PRPP – Jalan Jenderal Sudirman – Bundaran Banjir Kanal Barat – Jalan Jenderal Sudirman – Bundaran Kalibanteng – Jalan Pamularsih – Jalan Kaligarang – Jalan Veteran – Jalan Pahlawan – Jalan Menteri Supeno (SMA 1) – Jalan Pahlawan – Bundaran Simpang Lima – Jalan Pahlawan-Jalan Sriwijaya – Jalan MT Haryono – Jalan Tentara Pelajar (Mrican) – Jalan Kedungmundu Raya – Jalan Ketileng Raya – Jalan Prof Suharso dan Jalan Puri Dinar Mas Raya.

”Sedangkan koridor VI adalah rute Terboyo (Kaligawe) – Jalan Pemuda. Panjang rute koridor ini total kurang lebih 21 km untuk rute berangkat (Kaligawe – Pemuda), dan kurang lebih 20,7 km untuk rute pulang (Pemuda – Kaligawe). Di sepanjang rute koridor ini membutuhkan 52 shelter dan 43 bus,” terangnya.

Rute berangkat koridor VI ini dari Terminal Terboyo- Jalan Kaligawe – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Arteri Soekarno-Hatta – Jalan Citarum – Jalan Dr Cipto – Jalan Kartini – Jalan Mayjen Sutoyo – Jalan MH Tamrin dan Jalan Pemuda.

Sedangkan rute pulang dari Jalan Pemuda – Jalan MH Tamrin – Jalan Mayjen DI Panjaitan – Jalan Kartini – Jalan MT Haryono – Jalan Patimura – Jalan Citarum – Jalan Arteri Soekarno Hatta – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Kaligawe dan Terminal Terboyo.

Koridor VII rutenya adalah Goa Kreo – Jalan Pemuda. Panjang total koridor ini kurang lebih 47,7 km, dan membutuhkan 70 shelter dan 51 bus. Rute berangkat dari pertigaan Gunung Pati, Cangkiran, Ungaran (Jalan Raya Magersari) – Goa Kreo – Jalan Warsito Sugiarto – Jalan Untung Suropati – Jalan Abdulrahman Saleh – Bundaran Kalibanteng – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Puri Anjasmoro – Jalan Madukoro – Bundaran Tugu Adipura – Jalan Indraprasta – Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pemuda.

Sementara rute pulang koridor VII dari Jalan Pemuda – Jalan Mgr Soegijapranata – Bundaran Tugu Adipura – Jalan Madukoro – Jalan Puri Anjasmoro – Jalan Jenderal Sudirman – Bundaran Kalibanteng – Jalan Abdulrahman Saleh – Jalan Untung Suropati – Jalan Warsito Sugiarto – Goa Kreo – Pertigaan Gunung Pati, Cangkiran, Ungaran (Jalan Raya Magersari).

”Dan terakhir koridor VIII dengan rute Sekaran (Universitas Negeri Semarang/Unnes) – Jalan Pemuda. Panjang rute ini total kurang lebih 25 km, memerlukan 34 shelter dan 30 bus,” ujar Djoko Setijowarno.

Rute berangkatnya dari Jalan Taman Siswa (kawasan Unnes) – Jalan Kol Hadiyanto – Jalan Dewi Sartika – Jalan Menoreh Raya – Jalan Kelud Raya – Jalan Basudewo – Bundaran Tugu Adipura – Jalan Mgr Soegijopranata dan Jalan Pemuda.

Rute pulang dari Jalan Pemuda – Jalan Mgr Soegijapranata – Bundaran Tugu Adipura – Jalan Bojong Salaman – Jalan Simongan Raya – Jalan Kelud Raya – Jalan Menoreh Raya – Jalan Dewi Sartika – Jalan Kol Hadiyanto – Jalan Taman Siswa (kawasan Unnes).

Djoko Setijowarno menegaskan, transportasi umum merupakan cermin wajah kota dan birokrat. Transportasi umum juga merupakan kebutuhan bukan komoditas. Karena itu, diharapkan pemkot harus menjadikan transportasi umum sebagai sarana transportasi yang bermartabat karena banyak memberi manfaat.

”Pengguna transportasi umum bukan warga melarat. Di mancanegara pengguna transportasi umum adalah warga terhormat,” tandasnya.
Saat ini, sudah ada empat koridor BRT Trans Semarang yang beroperasi, yakni Koridor I (Mangkang-Penggaron), Koridor II (Terboyo-Sisemut), Koridor III (Pelabuhan-Sisingamaraja), dan Koridor IV (Cangkiran-Tawang).

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Semarang, Joko Umboro Jati, mengakui, pihaknya memang pernah diundang Kementerian Perhubungan membicarakan pengembangan angkutan masal. Kemenhub mendorong supaya pemkot mengembangkan empat koridor tambahan sekaligus. Kemenhub telah mengalokasikan 1.300 armada untuk beberapa daerah.

”Awalnya kami hanya akan mengembangkan koridor V dan VI. Namun Kemenhub mendorong untuk mengembangkan empat koridor sekalian,’’ katanya.
Pihaknya sudah mengajukan tambahan 140 armada untuk mengoptimalkan layanan dan mengoperasikan empat koridor baru tersebut. Yakni, mengoperasikah koridor V, VI, VII, dan VIII. Namun penentuan mana rute untuk empat koridor tersebut akan ditentukan oleh wali kota. Tapi pihaknya sudah memiliki kajian wilayah-wilayah yang butuh layanan Trans Semarang.

Rute tersebut, lanjutnya, adalah rute Meteseh – Pemuda lewat Mrican, rute Genuk-Banjardowo-Pemuda, rute Gunungpati – Pemuda lewat Goa Kreo, dan rute Sekaran – Pemuda. Sesuai imbauan Kemenhub, pihaknya akan berupaya dapat mengoperasikan empat koridor itu pada akhir 2015 atau awal 2016.

”Saat ini persiapan sedang kami dilakukan, sambil menunggu persetujuan pengajuan bantuan 140 bus. Kalau semua lancar, target kami akhir tahun ini atau awal 2016 sudah dioperasikan,” tegasnya. (sgt/jpnn/aro/ce1)