MERIAH: Rektor Unisfat Dra Suemy MSi (kiri) memimpin lomba tarik tambang para dosen perempuan di kampus, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Rektor Unisfat Dra Suemy MSi (kiri) memimpin lomba tarik tambang para dosen perempuan di kampus, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MERIAH: Rektor Unisfat Dra Suemy MSi (kiri) memimpin lomba tarik tambang para dosen perempuan di kampus, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Ada yang menarik di Kampus Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak, jalan raya Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, kemarin. Puluhan mahasiswa dan dosen berlomba tarik tambang dengan mengenakan kostum adat Jawa. Kegiatan ini dilakukan untuk memeriahkan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4). Lomba tarik tambang dipimpin langsung Rektor Unisfat, Dra Suemy MSi.

Karuan saja, lomba yang unik itu sempat menarik perhatian para pengguna jalan raya. Saat perlombaan dimulai, ibu-ibu dosen dan karyawan saling tarik menarik tali tambang dengan ukuran cukup besar. Para penonton pun tertawa lepas setelah melihat salah satunya kalah. Rektor Unisfat, Suemy mengatakan, Hari Kartini menjadi momentum untuk menggerakkan semua potensi yang ada.

Karena itu, berbagai lomba yang digelar menjadi salah satu upaya menunjukkan bahwa emansipasi wanita diruang publik terus berlangsung, termasuk dikampus. “Ini sekaligus untuk hiburan serta sarana bersyukur atas perjuangan kaum wanita selama ini,”katanya, kemarin.

Ia menambahkan, di Unisfat kini sudah banyak dosen dari kalangan perempuan. Kualitas pendidikan mereka terus ditingkatkan, baik melalui pelatihan, workshop maupun studi lanjut ke jenjang S2 maupun S3. “Dari 102 dosen tetap dan tidak tetap, 5 dosen diantaranya melanjutkan doktoral (S3) dan 8 lainnya (S2). Kita kejar terus kualitas dosen kita,” imbuhnya.

Para dosen yang melanjutkan kuliah rata-rata mendapatkan beasiswa dari Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional. Mereka yang tugas belajar nantinya tetap mengajar di Unisfat. “Mereka telah berkomitmen seperti itu,” tambahnya.

Saat ini, kesempatan bagi dosen meraih sertifikasi dan beasiswa terbuka luas. Untuk itu, pihak Unisfat pun mempermudah para dosen tersebut untuk meningkatkan kualitas melalui jenjang studi lanjut tersebut. (hib/fth)