Pemain Unggulan Melenggang

224
MELAJU: Penampilan salah satu pemain unggulan di tunggal wanita Khonssa Wayya Surya dari USM saat menaklukkan Rindu Ayu Wijayanti, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
MELAJU: Penampilan salah satu pemain unggulan di tunggal wanita Khonssa Wayya Surya dari USM saat menaklukkan Rindu Ayu Wijayanti, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
MELAJU: Penampilan salah satu pemain unggulan di tunggal wanita Khonssa Wayya Surya dari USM saat menaklukkan Rindu Ayu Wijayanti, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Di hari kedua Kejuaraan Nasional Bulutangkis USM Terbuka di Gelora USM kemarin, pebulutangkis unggulan terus melenggang. Belum ada kejutan, terutama dari para pemain non-unggulan.

Atlet besutan PB Djarum Valenneisya Devin misalnya, melangkah ke babak ketiga usai menyingkirkan Oktavia WK (PB Graha Satria Lamongan) dengan 21-17, 21-5, kemarin. Di nomor ganda remaja campuran, pasangan M Riski Pratama/Putri Andini (PB Mutiara Bandung) melangkah ke babak kedua usai menaklukkan Gregorius Patrick/Iqlima (PB Taurus Kudus) dengan 21-10, 21-15. Langkah pasangan tersebut diikuti Aldi Dewi Saputra/Mellenia F (PB Hi Qua Wima Surabaya) melalui rubber set 21-23, 21-15, 21-11. Sementara ganda Alvin Rizky/Ludwina Audrey (PB Djarum Kudus) juga menjejakkan kaki ke babak kedua usai menaklukkan Deni Setyawan/Ika Nur (PB Rajawali Salatiga) dengan 21-14, 21-18.

Di nomor tunggal pemula putri, langkah pemain unggulan belum terbendung oleh lawan. Unggulan kedua, Yasnita Enggira (PB Barokah Jakarta) melaju ke babak ketiga usai menang dari Sintia Dewi (PB Djarum Kudus) dengan 21-17, 21-17. Jesita Putri (PB Exist Jakarta) juga terus melaju setelah mengalahkan Michelle (PB Hi Qua Wima Surabaya) 21-11, 21-13. Laju unggulan 11 Lisa Anjeli (PB Hi Qua Wijaya Jakarta) belum terhenti setelah unggul atas Elok Machsunnah (PB Barokah Pasuruan) dengan 21-10, 21-7. Semetara itu, Khonssa Wayya Surya dari USM dengan enteng menekuk Rindu Ayu Wijayanti.

Ketua pantia Andi Kridasusila menilai persaingan tahun ini makin ketat. “Putaran awal memang belum ada kuda hitam. Tapi nanti di putaran akhir, akan ada kejutan-kejutan. Sebab semua klub peserta menurunkan pemain terbaiknya di kejuaraan ini,” ucapnya.

Kuantitas maupun kualitas, lanjut Andi, terus mengalami peningkatan di banding tahun-tahun sebelumnya. Ini menandakan USM Terbuka makin diperhitungkan. Pihaknya sengaja menggelar hanya dari anak hingga taruna karena kejuaraan ini khusus untuk usia pembinaan. “Dengan begitu, klub bisa melakukan evaluasi pada perkembangan pemain binaannya,” pungkasnya. (amh/smu)