HUNTING FOTO : Sejumlah fotografer membidik model dalam hunting foto bertema “Beautiful Kartini” yang digelar Mata Semarang Photography Club (MSPC) di atrium Mal Paragon, kemarin. Kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian dalam pameran foto bertema Astonishing. (Adennyar wicaksono/jawa pos RADAR SEMARANG)
HUNTING FOTO : Sejumlah fotografer membidik model dalam hunting foto bertema “Beautiful Kartini” yang digelar Mata Semarang Photography Club (MSPC) di atrium Mal Paragon, kemarin. Kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian dalam pameran foto bertema Astonishing. (Adennyar wicaksono/jawa pos RADAR SEMARANG)
HUNTING FOTO : Sejumlah fotografer membidik model dalam hunting foto bertema “Beautiful Kartini” yang digelar Mata Semarang Photography Club (MSPC) di atrium Mal Paragon, kemarin. Kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian dalam pameran foto bertema Astonishing. (Adennyar wicaksono/jawa pos RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Fotografer Radar Semarang Nur Chamim terpilih menjadi juara 2 dalam lomba foto Astonishing Indonesia besutan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (P3AKB) Jateng dan Semarang Photography Event (SPE). Meski bukan yang terbaik, jepretan berjudul ‘Keluarga Pemulung’ yang menceritakan potret kesederhanaan sarat kekeluargaan milik Amim, sapaan Nurchamim mampu menyingkirkan karya ribuan peserta dari berbagai daerah di nusantara.

Ketua SPE Andi Kusnadi menuturkan, sejak lomba dibuka pada akhir 2014 lalu, banyak fotografer mulai mengirimkan jepretan terbaik mereka. Bukan hanya dari Jateng saja, tapi juga dari Medan, Lombok, bahkan Papua pun turut berpartisipasi. “Ada beberapa tema dalam lomba ini. Yakni humanity black and white, makro the little world, kasih ibu dan anak, dan Semarangan,” kata Andi di sela-sela pemberian hadiah di auditorium Mal Paragon, Senin (20/4) malam.

Dari ribuan foto yang masuk, juri yang terdiri atas Gholib, Priyadi Paripurnawan, dan Andi Kusnadi memilih empat foto terbaik milik Dino Ismurbowo, Nurchamim, Aditya, dan Giri Wija. Para pemenang berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 3 juta untuk juara 1, Rp 2 juta, Rp 1,5 juta, dan Rp 1 juta untuk juara 4. Foto-foto lain yang dirasa menjual, lanjut Andi, dipamerkan di Mal Paragon, Senin-Rabu (20-23/4). “Ada 200 foto hasil karya 100 an fotografer yang dipamerkan,” ucapnya.

Sebagai rangkaian pameran bertema Astonishing, disisipkan juga semacam seminar kilat seputar teknik fotografi. Di hari pertama, Gholib, anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) memberikan sharing foto jurnalistik. Disusul pemberian tips-tips singkat mengenai foto makro dari Nur Santo. Tidak ketinggalan Beny Bmu yang memberi tutorial simpel editing foto menggunakan Adobe Camera Raw. Semua materi bisa dilalap semua pengunjung secara gratis.

Sementara di hari kedua, diadakan hunting foto dengan dua model berbalut busana khas Kartinian. Ada juga lomba foto Canon Mal in Frame, serta tutorial basic lighting.

Pihaknya berharap, lewat rangkaian acara ini, dunia fotografi bisa makin bergairah. Selain itu, dipajangnya foto-foto tentang keeksotikan lanskap Nusantara bisa jadi inspirasi para fotografer untuk membanggakan daerah masing-masing.

“Foto yang diambil hari ini, bisa jadi sejarah karena ada kemingkinan panorama yang diabadikan tidak seperti lima tahun mendatang. Karena itu, bagi yang punya kamera bisa jadi fotografer untuk mengangkat kemolekan daerah-daerah,” pungkasnya. (amh/ric)