Buaya Muara Diamankan Polisi

156
TIDAK BERIZIN : Anggota Polres Semarang dibantu petugas Taman Margasatwa Semarang dan BKSDA Provinsi Jateng mengamankan Buaya Muara dari Kolam Renang Umum Sri Nugroho karena tidak memiliki izin penangkaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK BERIZIN : Anggota Polres Semarang dibantu petugas Taman Margasatwa Semarang dan BKSDA Provinsi Jateng mengamankan Buaya Muara dari Kolam Renang Umum Sri Nugroho karena tidak memiliki izin penangkaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK BERIZIN : Anggota Polres Semarang dibantu petugas Taman Margasatwa Semarang dan BKSDA Provinsi Jateng mengamankan Buaya Muara dari Kolam Renang Umum Sri Nugroho karena tidak memiliki izin penangkaran. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Seekor Buaya Muara (Crocodylus Porosus) di kompleks kolam renang umum Sri Nugroho, di Dusun Glodogan, Desa Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (21/4) kemarin diamankan petugas Satuan Reskrim Polres Semarang. Buaya yang diperkirakan berumur 8 tahun tersebut dievakuasi oleh petugas Taman Margasatwa Semarang dan petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jateng ke Agrowisata Sidomuncul untuk dipelihara di sana.

Sementara itu, pemiliknya Floribertus Yosep Karmadi, 63, dibawa ke Mapolres Semarang untuk menjalani pemeriksaan lantaran memiliki hewan buas yang dilindungi tanpa izin. Floribertus Yosep dinilai melanggar UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan bahwa keberadaan satwa liar yang dipelihara di areal kolam renang umum tersebut berdasarkan laporan masyarakat sekitar lokasi kolam renang. “Pengelola kolam renang mengatakan bahwa buaya itu dipelihara untuk menambah daya tarik bagi para pengunjung kolam renang. Namun pemiliknya tidak memiliki izin untuk memelihara satwa liar yang dilindungi undang-undang,” tutur Kapolres di sela-sela upaya evakuasi binatang buas tersebut.

Sementara itu perawat reptil Taman Margasatwa Semarang, Tulus Budi Wibowo mengatakan bahwa pihaknya diminta untuk membantu proses evakuasi buaya muara tersebut. Menurut Budi, karena buayanya masih kecil sehingga proses evakuasi tidak ada kendala. Hanya dalam waktu 10 menit, buaya berkelamin betina dengan panjang fisik 175 sentimeter itu berhasil ditangkap dari kolam. Selanjutnya buaya akan dititipkan di penangkaran Agro Wisata PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

“Melihat fisiknya yang bersih dan kulitnya yang berwarna cerah, kondisi buaya cukup sehat. Selain itu, tidak ada luka apapun di tubuh buaya, ini menandakan cukup terawat. Kolam tempat buaya, selama ini cukup baik. Hanya saja, pemiliknya tidak punya izin. Si pemilik memelihara sejak masih anakan dengan berat buaya 1,5 kilogram,” tutur Tulus Budi.

Sementara itu pemilik buaya, Floribertus Yosep Karmadi mengaku buaya tersebut dibeli dari warga Bergas seharga Rp 200 ribu pada tahun 2007. Saat itu buayanya masih kecil, berumur sekitar satu tahun. Buaya tersebut kemudian dipelihara dengan tujuan agar menjadi daya tarik pengunjung kolam renang.

“Agustus 2014 lalu saya mengurus izin ke BKSDA, tetapi izinya tidak keluar karena syaratnya harus punya sepasang. BKSDA mengatakan akan mengamankan buayanya, tetapi belum sampai akhirnya diamankan polisi,” ungkap Floribertus. (tyo/ida)