SALATIGA-Bandar narkoba, Beddy Widi Rianto, 37, berhasil diringkus Jajaran Satuan Resnarkoba Polres Salatiga di kos-kosan di Jalan Kenanga RT 04 RW 02, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo pekan lalu. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua paket sabu, dua unit timbangan digital dan satu buah alat penghisap sabu.

Beddy yang sebelumnya pernah menjadi residivis kerap melakukan transaksi di Salatiga dan Kabupaten Semarang. Saat ditangkap, Beddy baru saja mengedarkan narkoba kepada pelanggannya.

Kasubag Humas Polres Salatiga, AKP Djoko Lelono menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini terungkap dari laporan masyarakat yang melaporkan bahwa kawasan Jalan Pemotongan sering digunakan untuk transaksi narkoba. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Setelah mengetahui bandarnya dan mendapat alat bukti yang kuat, langsung dilakukan pencarian tersangka. Akhirnya, anggota Satresnarkoba berhasil menangkap tersangka di rumah kosnya di daerah Pungkursari,” jelasnya, kemarin (21/4).

Kasat Resnarkoba Polres Salatiga, AKP Siti Markumah menyatakan bahwa tersangka adalah bandar sabu yang telah lama diburu. Modus operandi yang digunakan tersangka dalam mengedarkan barang haram ini dengan melakukan transaksi melalui telepon seluler. “Setelah terjadi kesepakatan, sabu ditaruh di sebuah tempat (alamat) dan konsumen diminta mengambilnya di tempat itu,” paparnya.

Dia menjelaskan, perbuatan tersangka melanggar Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar,” ucapnya. (abd/ida)