LOLOS: Fatimah (Ima) didampingi ayahnya Sarmidi foto bersama dengan Bupati Demak Dachirin Said, Kepala Disparbud M Ridwan dan Kepala SMAN 3 Demak Sunarno Utomo, di Pendopo, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LOLOS: Fatimah (Ima) didampingi ayahnya Sarmidi foto bersama dengan Bupati Demak Dachirin Said, Kepala Disparbud M Ridwan dan Kepala SMAN 3 Demak Sunarno Utomo, di Pendopo, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LOLOS: Fatimah (Ima) didampingi ayahnya Sarmidi foto bersama dengan Bupati Demak Dachirin Said, Kepala Disparbud M Ridwan dan Kepala SMAN 3 Demak Sunarno Utomo, di Pendopo, kemarin siang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Siswi kelas 2 SMAN 3 Demak, Fatimah lolos ke babak 40 besar dalam kontes dangdut Indonesia (KDI) yang dihelat salah satu televisi swasta. Perempuan kelahiran Demak 11 April 1998 anak pasangan suami istri Sarmidi, 50, dan (alm) Taslimah, warga Kampung Petengan RT 9 RW 8, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak Kota ini terus melaju dalam kontes tersebut.

Awalnya ia mengikuti audisi di Solo. Fatimah yang akrab disapa Ima ini pun kemudian berhasil lolos dan menyisihkan ribuan pesaingnya. “Sebelumnya, saya diberitahu bapak saya kalau ada audisi KDI di Semarang. Namun, saat itu sudah terlambat. Karena itu, akhirnya ikut audisi di Solo. Saat audisi pertama itu saya nyanyi Nirmala,” kata Ima usai bertemu dengan Bupati Demak Dachirin Said bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) M Ridwan serta Kepala SMAN 3 Demak, Sunarno di Pendopo Kabupaten, kemarin.

Ima yang didampingi ayahnya Sarmidi tambah bersemangat dan mengaku akan berupaya keras untuk menjadi yang terbaik dalam kontes KDI. “Sebelumnya, saya tidak kepikiran seperti ini. Waktu itu iseng saja. Tidak ada persiapan. Alhamdulillah masuk 40 besar. Saya ingin membahagiakan orang tua. Ibu saya sudah meninggal. Kini, yang menemani saya tinggal bapak dan kakak saya,” imbuhnya.

Ia menuturkan, sejak kecil memang bercita-cita menjadi penyanyi. Bahkan, ibunya ketika masih hidup menginginkan agar ia menjadi penyanyi profesional. Sejak TK ia sudah suka menyanyi rebana dan kemudian suka musik dangdut. Bahkan, sering tampil diberbagai kegiatan kampung. “Nyanyi dipanggung termasuk organ tunggal sudah biasa,”imbuh Ima yang pernah juara 3 lomba seni macapat tingkat karesidenan saat masih sekolah di SDN 5 Bintoro serta juara 1 Festival Dangdut Grebeg Besar Demak 2011 lalu ini.

Dalam kontes ini, ia mengaku cocok dengan genre dangdut. Meski demikian, semua musik ia menyukainya. Untuk menghadapi kontes seperti itu, ia punya resep khusus agar tidak grogi. Yaitu, menganggap bahwa siapapun yang ada didepannya memposisikannya sebagai temannya. “Yang ada didepan saya adalah teman kita. Sedangkan, untuk menjaga agar suara tetap bagus saya menghindari gorengan, panas dan pedes,” tambahnya.

Ayah Ima, Sarmidi mengatakan, bakad menyanyi yang dimiliki Ima merupakan talenta darinya. Potensi menyanyi itu juga dimiliki kakak Ima, yakni Endang Purwatiningsih. Ia pun selalu memberikan motivasi anaknya itu. “Pesan saya yang namanya kompetisi itu jangan takut kalah tapi takutlah salah,” kata Sarmidi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di Kracaan, Kota Demak ini.

Kepala Disparbud Demak, M Ridwan mengatakan, Pemkab turut bangga atas prestasi Ima. “Dalam berbagai kegiatan Ima sudah sering tampil dipanggung, termasuk saat tahun kunjungan wisata,”katanya. Ia pun berharap, masyarakat Demak dapat mendukung Ima sepenuhnya. Karena itu, untuk mendukungnya, bisa ketik IMA (spasi) KDI kirim ke 95151.

Kepala SMAN 3 Demak, Sunarno menambahkan, khusus untuk Ima diberikan keleluasaan tidak sekolah selama 2 bulan. “Kita berikan dispensasi supaya Ima bisa konsentrasi meraih prestasi,” katanya. (hib/fth)