RAZIA KOS-KOSAN : Petugas Satpol PP sedang melakukan operasi perizinan di sejumlah kos-kosan di Kota Salatiga. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA KOS-KOSAN : Petugas Satpol PP sedang melakukan operasi perizinan di sejumlah kos-kosan di Kota Salatiga. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA KOS-KOSAN : Petugas Satpol PP sedang melakukan operasi perizinan di sejumlah kos-kosan di Kota Salatiga. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA—Sejumlah 30 rumah kos-kosan di beberapa kelurahan, yaitu Sidorejo, Blotongan, Bugel, Sidorejo Lor diduga tidak memilik izin gangguan (HO) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dugaan ini muncul setelah pemilik rumah tidak bisa menunjukkan surat tersebut kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (20/4) kemarin.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, dalam operasi non yustisi yang dilakukan oleh Satpol PP di lima lokasi tersebut, kebanyakan pemilik kos tidak bisa menunjukkan surat-surat. Bahkan, ada informasi beberapa kos di Salatiga, digunakan untuk kegiatan asusila para remaja. Hal ini diperkuat dengan temuan beberapa pemuda baru-baru ini saat operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh Polres Salatiga.

Kepala Satpol PP, Aji Kusumo mengatakan bahwa Satpol PP Kota Salatiga mengadakan operasi non yustisi terhadap IMB dan HO. Kali ini, sasaran yang dituju adalah rumah kos yang tersebar di lima lokasi, di Kecamatan Sidorejo, yaitu di Kelurahan Salatiga, Blotongan, Bugel, Sidorejo Lor, dan Kauman Kidul.

“Dari sekitar 30 rumah kos yang kami datangi, rata-rata tidak memiliki izin HO. Sedangkan IMB, sebagian mengaku masih dalam proses pengurusan dan sisanya tidak dapat menunjukkan Surat IMB,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya dugaan kos-kosan digunakan sebagai tempat peredaran barang-barang terlarang. Baik narkoba maupun miras. Bagi pemilik yang tidak memiliki izin, akan diberikan penyuluhan.

“Selanjutnya pemilik kos yang tidak memiliki izin diberi undangan untuk mendapatkan penyuluhan di kantor Satpol PP di Jalan Sukowati 51 pada hari Kamis (23/4) pukul 09.00,” imbuhnya. (abd/ida)